180914200706-kegia.jpg

Tok Suwarto

Asisten Pemerintahan Pemkot Solo, Said Romadhon, didampingi Kabag Kesra, Danang Sulindriyanto, menjelaskan kegiatan budaya dan keagamaan pengajian akbar, dzikir dan sholawat.

Kegiatan Budaya dan Keagamaan Pengajian Akbar, Dzikir, dan Sholawat Tak Bermuatan Politik

Nasional

Jumat, 14 September 2018 | 20:07 WIB

Wartawan: Tok Suwarto

DI bulan Muharam yang bagi kalangan umat Islam merupakan tahun baru Hijriah dan bagi masyarakat Jawa dianggap sebagai bulan sakral, Pemkot Solo kembali menggelar kegiatan budaya bernuansa keagamaan berupa pentas seni hadrah dan "Pengajian Akbar, Dzikir dan Sholawat" bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Kegiatan tahunan yang akan digelar Sabtu (15/9/2018) malam, di koridor Jl. Jend. Sudirman, jantung Kota Solo itu, murni sebagai kegiatan keagamaan dan pendidikan yang tidak bermuatan politik.

"Dalam pagelaran pengajian akbar, dzikir dan sholawat yang diadakan setiap bulan Muharam, juga untuk menampilkan juara lomba hadrah yang diikuti kelompok hadrah di tiap kecamatan. Jadi kegiatan budaya ini murni keagamaan dan pendidikan. Meskipun mendekati tahun politik, kegiatan ini tidak bermuatan politik dan tidak hanya untuk orang Islam, tetapi siapapun boleh hadir," ujar Asisten Pemerintahan Pemkot Solo, Said Romadhon kepada wartawan, di Balai Kota, Jumat (14/9/2018).

Pengajian akbar, dzikir dan sholawat yang diperkirakan akan diikuti lebih dari 5000 orang dari berbagai daerah yang dipandu Habib Syech tersebut, juga akan dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Al Qur'aniy, KH. Abdul Karim, sebagai pembicara. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur, Taj Yassin, yang belum lama dilantik Presiden Jokowi, juga diundang dalam perhelatan gelar budaya dan keagamaan di tahun baru Hijriyah tersebut.

"Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah kami undang, tetapi kami pastikan tidak ada unsur politik. Siapapun boleh datang, karena kegiatan bertema 'Dengan Shalawat Kita Ciptakan Solo yang Damai, Aman, Jujur, Profesional dan Bermanfaat" ini bukan hanya umat Islam. Kalau nanti ada yang menemukan unsur politik, silahkan lapor kepada kami," jelas Said Romadhon.

Dia mengungkapkan, pengajian akbar, dzikir dan sholawat yang digagas Wali Kota Solo bertujuan untuk menjalin silaturahmi, saling menghargai, dan merajut persatuan, sehingga menjadikan Kota Solo damai, aman, kondusif. Kebersamaan dalam kegiatan budaya dan keagamaan ini juga untuk mendorong kerjasama dan gotong royong seluruh masyarakat Kota Solo.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Pemkot Solo, Danang Sulindriyanto, menambahkan, kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di koridor Jl. Jend. Sudirman, depan kantor Bank Indonesia itu, sekaligus sebagai ajang promosi produk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Para pelaku UKM mendapat tempat untuk menjajakan hasil karyanya di sekitar tempat berlangsungnya pengajian akbar, dzikit dan sholawat tersebut.

Editor: H. Dicky Aditya



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR