180810201536-ini-a.png

net

Ini Alasan Rektor UMS Pertahankan Peserta KKN di Daerah Bencana Gempa Lombok

Nasional

Jumat, 10 Agustus 2018 | 20:15 WIB

Wartawan: Tok Suwarto

MAHASISWA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) peserta kuliah kerja nyata (KKN) di Lombok, tidak akan ditarik dari lokasi bencana gempa tektonik yang menelan ratusan korban jiwa sampai berakhirnya prorgam tersebut pada 27 Agustus 2018. Di antara alasan sebanyak 22 orang peserta KKN dipertahankan di daerah bencana, karena bencana gempa Lombok merupakan problem besar yang bisa menjadi pembelajaran bagi mahasiswa untuk membangun karakter empati sekaligus memberi solusi terhadap problem yang dihadapi masyarakat.
 
Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif, menyampaikan hal itu kepada wartawan di Solo, Jumat (10/8/2018). Dia yang sedang berada di Lombok mendampingi para mahasiswa peserta KKN pendidikan, memberikan penjelasan tersebut karena UMS tidak menarik mahasiswa peserta KKN seperti yang dilakukan perguruan tinggi lain.

"Kami memandang lebih penting mempertahankan para peserta KKN di Lombok, karena KKN merupakan bagian dari pendidikan untuk membangun soft skill. Di KKN, para mahasiswa bukan hanya menerapkan ilmu yang dipelajari, tetapi harus punya kemahiran berkomunikasi dengan masyarakat dan mampu memberikan solusi terhadap problem yang dihadapi masyarakat, seperti yang sedang mengalami bencana gempa di Lombok," ujarnya lewat sambungan telepon.

Menurut Sofyan, seluruh mahasiswa peserta KKN pendidikan di Lombok saat ini dalam keadaan aman, bahkan digambarkannya mereka gembira dan tidak merengek-rengek minta dipulangkan dalam menjalankan misi kemanusiaan. Berdasarkan pengamatannya tersebut, Rektor UMS itu berpendapat, KKN merupakan salah satu pembentukan soft skill yang paling baik dalam membentuk karakter empati.

Menyinggung alasan lain dipertahankannya mahasiswa pesera KKN di Lombok, menurut dia, karena di organisasi Muhammadiyah ada lembaga penanggulangan bencana yang kini melaksanakan misi kemanusiaan di daerah bencana Lombok. Selain itu, para mahasiswa peserta KKN pendidikan juga tergabung dalam Hizbul Wathan yang di antaranya melakukan pengabdian masyarakat yang diterapkan di daerah bencana. Selain itu juga ada lembaga Lazizmu yang mengkoordinir bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Lombok.

"Jadi kami punya mitra banyak di organisasi Muhammadiyah, sehingga kami memandang justru lebih penting mempertahankan peserta KKN untuk melaksanakan misi kemanusiaan bersama mitra di Lombok," jelasnya.

Sofyan menambahkan, dipertahankannya peserta KKN pendidikan di daerah bencana gempa Lombok atas tanggung jawab Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram, Lombok. Sejauh ini, di antara mahasiswa UMS peserta KKN tersebut hanya seorang yang dipulangkan atas permintaan orang tuanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR