180808112436-pasca.jpg

Twitter

Pascagempa 7,0 SR di Lombok, Warga Masih Padati Posko Pengungsian

Nasional

Rabu, 8 Agustus 2018 | 11:24 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

TIGA hari pascagempa berkekuatan 7.0 Skala Richter (SR) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), warga terpantau masih memadati posko pengungsian yang berada di Lapangan Alun-Alun Desa Tanjung.

Rabu (8/8/2018), lapangan dengan ukuran yang cukup luas ini masih dipadati oleh tenda-tenda darurat yang didirikan oleh warga, beberapa relawan serta petugas gabungan dari BNPB, Polri dan TNI.

Tenda-tenda berukuran kecil yang didirikan warga dengan terpal itu tampak dijadikan tempat oleh masyarakat yang terdampak gempa sebagai tempat berlindung dan beristirahat.

Salah satu warga Desa Tanjung Herman (39), masyarakat masih memilih tinggal di posko pengungsian lantaran rumahnya ambruk akibat goncangan gempa yang kuat. Selain itu, beberapa warga juga masih takut kembali ke rumah mereka.

"Di sini masih ada beberapa yang trauma kembali ke rumah dan ada juga yang rumahnya roboh," kata Herman di lokasi pengungsian, Desa Tanjung, Rabu (8/8/2018).

Herman menuturkan, para warga hanya kembali ke kediamannya ketika pagi dan siang hari. Sedangkan, di malam harinya, mereka memilih berkumpul di lapangan terbuka.

"Warga trauma karena gempa yang terakhir terjadi pada malam hari di saat kami lagi istirahat," ucap Herman.

Sementara Komandan Pleton Polda NTB Brigadir Polisi Alit menyebut di lokasi ini pihaknya menerjunkan 20 personel kepolisian untuk membantuk proses evakuasi korban gempa Lombok.

Tak hanya itu, Polda NTB juga menerjunkan 8 polisi wanita (Polwan) untuk melakukan tugas pemulihan trauma atau trauma healing kepada warga.

"Kami mendirikan tiga tenda disini untuk para personel membantu para warga," ucap Alit.

Sedangkan dari pihak relawan juga ikut membantu para warga dengan mengirimkan bantuan makanan serta anggotanya untuk turun kelapangan. Bantuan yang disalurkan antara lain, selimut, mi instan, beras dan air mineral.

"Selain makanan dan beras, selimut dan air mineral kami juga mengirimkan tenaga relawan kami sebanyak 8 orang yang hari ini semua diberangkatkan dengan pesawat hercules" kata Ketua Forum Santri Nasional (FSN).

Bantuan-bantuan dari relawan kebanyakan akan disalurkan khususnya wilayah Lombok Utara yang sampai saat ini masih menjadi lokasi paling banyak korban jiwa.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR