180712195230-prof-.jpg

Tok Suwarto

Prof. Dr. Hermanu Joebagio didampingi inisiator Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan (PSPK) UNS, Retno Tanding.

Prof Hermanu: Potensi Radikalisme di Kampus PT Sudah Sejak Era 80-an

Nasional

Kamis, 12 Juli 2018 | 19:52 WIB

Wartawan: Tok Suwarto

POTENSI radikalisme di kampus perguruan tinggi (PT) dalam sejarahnya sudah tampak sejak era 80 sampai 90-an. Bahkan, di kampus universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 80-an sudah muncul potensi ancaman terhadap kesatuan bangsa, akibat masuknya paham radikalisme ke kampus PT.
 
Guru Besar Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof. Dr. Hermanu Joebagio, mengungkapkan hal itu kepada wartawan, dalam perbincangan terkait rencana UNS mendirikan Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan (PSPK) yang diinisiasi sejumlah dosen muda dari berbagai fakultas.
 
"Insiasi pembentukan PSPK sudah mendesak sekali karena adanya potensi radikalisasi di kampus-kampus. Kami mengundang BPIP untuk memberikan training kepada guru dan dosen mengenai Pancasila dan BPIP setuju adanya Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan," katanya, Kamis (12/7/2018).

Di UNS, Hermanu, potensi radikalisme juga sudah berkembang pada tahun 90-an dan saat ini potensi tersebut tetap ada. Kehadiran PSPK di UNS antara lain untuk menekan berkembangnya potensi radikalisme di kalangan mahasiswa termasuk para dosen melalui kajian-kajian ilmiah, diskusi, penelitian dan sebagainya yang dilakukan di PSPK UNS.
 
Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS,  Retno Tanding Suryandari, PhD, yang merupakan salah seorang inisiator PSPK-UNS, menjelaskan, inisiasi mendirikan PSPK-UNS di antaranya bertujuan menghadirkan kembali Pancasila sebagai nilai-niiai yang mendasari pengetahuan-living value, menjadi opsi bagi semua pihak yang menempatkan iimu pengetahuan sebagai basis agenda. PSPK-UNS diharapkan menjadi wahana bagi sekitar 36.000-an mahasiswa UNS agar lebih paham Pancasila dan kebangsaan secara utuh yang dampaknya dapat dikembangkan secara regional dan nasional.

"Konkritnya, kami membentuk agenda bekerjsama dengan berbagai  stakeholders di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS. Perbincangan dengan awak media ini untuk mendapatkan masukan, agar PSPK menjadi lembaga pusat studi yang efektif dalam melakukan kajian-kajian, penelitian dan pengembangan pemahaman Pancasila dan kebangsaan secara utuh," tuturnya.

Terkait dengan terbentuknya PSPK UNS tersebut, dijadwalkan Ketua BPIP, Megawati Soekarnoputri, akan hadir di kampus UNS, pada 8 Agustus 2018, untuk meluncurkan pusat studi yang mendapat dukungan BPIP maupun Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tersebut.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR