180711212802-soal-.jpg

dokumen galamedianews.com

Soal Pembebasan Bersyarat Ahok, Ini Penjelasan Ditjenpas

Nasional

Rabu, 11 Juli 2018 | 21:28 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

NAMA Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menjadi perbincangan panas di tengah masyarakat. Pasalnya belum lama ini beredar isu yang menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut akan bebas bersyarat pada Agustus 2018 mendatang.

Menanggapi hal itu, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menilai isu tersebut tidak benar. Pasalnya, Ahok masih harus memenuhi sejumlah syarat dan ketentuan untuk mendapatkan keputusan bebas bersyarat.

"Jadi apa yang beredar belum benar. Belum bisa dipastikan bahwa Pak Ahok akan bebas bersyarat atau tidak, atau bebasnya kapan, karena masih berproses semuanya. Semuanya melalui proses," kata Kabag Humas Ditjenpas Ade Kusmanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Adapun bila syarat-syarat tersebut telah dipenuhi, maka seseorang baru bisa mendapatkan kebebasan bersyarat.

"Kalau sudah memenuhi syarat, secara otomatis warga binaan siapapun dipanggil kemudian diusulkan untuk mengikuti program ini. Dipanggil keluarganya untuk menjamin proses pembebasan bersyarat ini karena pembebasan bersyarat ini begitu bebas, wajib lapor ke balai pemasyarakatan dan yang menjamin keluarga," ucap Ade.

Sebelumnya sejumla warganet mengembuskan isu terkait Ahok yang sudah dibebaskan dari tahanan. Pasalnya menurut perhitungan para netizen Indonesia, Ahok yang divonis pada 9 Mei 2017 sudah berhak mendapatkan pembebasan bersyarat.

Adapun salah satu syarat yang harus dipenuhi Ahok, seperti tertera dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2018 Pasal 82 adalah, siapapun yang telah menjalani masa pidana paling singkat dua pertiga, dengan ketentuan dua pertiga masa pidana tersebut paling sedikit 9 (sembilan) bulan, berhak mendapatkan pembebasan bersyarat.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR