180711152604-tpid-.jpg

Tok Suwarto

TPID dari seluruh wilayah Surakarta mendengarkan penjelasan tentang upaya pengendalian inflasi pasca-Lebaran 2018 dan gagasan TPID Kota Solo mengembangkan fungsi PPK Pedaringan seperti Food Station di Jakarta

TPID Solo Jajagi Pengembangan Pedaringan Seperti "Food Station"

Nasional

Rabu, 11 Juli 2018 | 15:26 WIB

Wartawan: Tok Suwarto

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo menjajagi kemungkinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pusat Pergudangan Kota (PPK) "Pedaringan" menjalankan fungsi distributor dalam pengadaan dan distribusi komoditas bahan kebutuhan strategis bagi masyarakat.

Dalam penjajagan tersebut, TPID Kota Solo mengundang badan usaha "Food Station" yang selama ini telah menjalankan fungsi distributor tersebut di wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Sekretaris TPID Kota Solo, Bandoe Widiarto, mengutip paparan lembaga "Food Station" menjelaskan kepada wartawan, Rabu (11/7/2018), dalam menjalankan fungsi tersebut "Food Station" menghimpun stok bahan-bahan strategis yang sewaktu terjadi gejolak harga dapat disalurkan ke pasar.

Pola distribusi bahan strategis di pasar Ibukota tersebut selama ini dapat mengendalikan gejolak harga sekaligus mengendalikan laju inflasi.

"Kondisi Kota Solo yang bukan merupakan daerah produksi bahan-bahan strategis, mirip dengan Ibukota Jakarta yang kebutuhan bahan-bahan strategisnya tergantung daerah sekitarnya. Kalau di Jakarta ada Food Station, di Kota Solo bisa meningkatkan fungsi PPK Pedaringan untuk menjalankan fungsi seperti Food Station," katanya.

Bandoe mengungkapkan, Food Station dalam menjalankan usahanya berhasil menyediakan seluruh komoditas kebutuhan strategis masyarakat Jakarta, seperti beras, bawang putih dan lain-lain. Pasokan komoditas strategis pada saat permintaan pasar meningkat, seperti hari lebaran, Natal dan tahun baru, ternyata bisa menjaga inflasi karena stok di pasar terjaga berkat peran Food Station.

Sekretaris TPID tersebut menyatakan, pihaknya akan mendorong Pemkot Solo mengefektifkan peran PPK Pedaringan yang bisa difungsikan semacam Food Station. PPK Pedaringan bisa menjalin kerjasama dengan distributor, sehingga saat terjadi kelangkaan komoditas strategis, seperti bawang putih, bawang merah dan sebagainya di pasaran dapat melakukan intervensi.

"Meskipun Food Station dan PPK Pedaringan nanti melakukan pengadaan dan penyaluran komoditas, namun fungsinys berbeda dengan Bulog. Berdasarkan ketentuan, Bulog berkonsentrasi dalam pengadaan dan penyaluran beras. Sedangkan Food Station dan PPK Pedaringan bisa menjangkau komoditas lain, termasuk telor, cabai, bawang putih dan sebagainya," jelasnya.

Bandoe Widiarto menambahkan, PPK Pedaringan sebagai BUMD dalam menjalankan fungsi pengadaan dan penyaluran komoditas strategis akan menjadi semacam Bulog mini. Namun proses pengembangan fungsi tersebut harus minta persetujuan legislatif dan memenuhi ketentuan hukum lainnya.

Dia memandang, Pemkot Solo maupun pihak-pihak terkait juga perlu melihat, bagaimana Food Station melakukan pengadaan, menyimpan dan memroses komoditas, menyalurkan dan aspek lain yang terkait dalam jaringan distribusi.

Editor: Rahmat Sudarmaji



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR