180710193029-mahas.jpg

Tok Suwarto

Rektor UNS Prof. Dr. Ravik Karsidi, didampingi Dirjen Pengembangan Kawasan, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dr. HM Nurdin, melepas 3.070 mahasiswa peserta KKN periode IX.

Mahasiswa Peserta KKN Didorong Ikut Kembangkan Desa Tertinggal

Nasional

Selasa, 10 Juli 2018 | 19:30 WIB

Wartawan: Tok Suwarto

PARA mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) tematik integratif yang ditempatkan di desa didorong agar ikut mengembangkan desa-desa tertinggal, khususnya di daerah terluar di perbatasan. Hal itu sejalan dengan program pemerintah dalam membangun kawasan dari pinggiran khususnya daerah tertinggal, terdepan dan terluar, baik berupa fisik seperti jalan, jembatan, sarana pertanian, sarana kesehatan dan lain-lain, maupun pembangunan non-fisik di bidang ekonomi, sosial dan sebagainya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Kawasan, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dr. HM Nurdin, seusai pelepasan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, peserta kuliah kerja nyata (KKN) tematik integratif, di kampus UNS Kentingan, Selasa (10/7/2018). KKN UNS periode IX yang akan berlangsung selama 90 hari dengan lokasi di Pulau Jawa dan luar Jawa, diikuti sebanyak 3.070 mahasiswa dan 151 orang dosen pembimbing lapangan (DPL).  

"KKN tematik dengan penempatan mahasiswa di desa-desa, kita harapkan dapat mengurangi kesenjangan antara desa yang maju dengan yang tertinggal. Kehadiran mahasiswa di desa-desa dalam KKN setiap bulan sekali, bermanfaat meningkatkan kemajuan desa," ujarnya.

Dalam kaitan itu, Dirjen minta para mahasiswa dan DPL setiba di lokasi KKN segera berkoordinasi dengan pendamping desa yang mengelola dana desa. Hal itu disebabkan dana desa yang disalutkan pemerintah  kian meningkat setiap tahun dan membutuhkan pendamping pengelolaan untuk kapitalasasi desa.

"Sejak digulirkannya dana desa untuk kapitalisasi desa, dari 75.000 desa se Indonesia yang semula 20.000-an desa termasuk tertinggal, kini berkurang menjadi sekitar 15.000-an. Kita optimis setelah kehadiran mahasiswa KKN di desa jumlah itu akan terus berkurang. Peserta KKN akan dapat mengatasi persoalan SDM di desa dalam pengelolaan dana desa yang kemampuannya terbatas," jelasnya.

Pada bagian lain, HM Nurdin menilai, tema KKN yang dirancang universitas cocok untuk memberdayakan masyarakat desa, seperti tema ekonomi dari fakultas ekonomi untuk meningkatkan produksi, membuka jaringan pemasaran bagi pelaku ekonomi di desa. Di bidang pertanian, para mahasiswa fakultas pertanian peserta KKN dapat mengajarkan cara meningkatkan produktivitas pertanian, memasarkan produksi pertanian dan sebagainya.

"Kalau peserta KKN dari 4.000-an perguruan tinggi di Indonesia melakukan kegiatan tersebut di desa-desa, pasti kesenjangan di desa akan segera teratasi. Karena 42 persen wilayah Indonesia yang merupakan kawasan pertanian dan berpotensi untuk dikembangkan berada di desa-desa," tandasnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS, Prof. Sulistyo Saputro, PhD, dalam laporannya menjelaskan, pada KKN periode IX para peserta ditempatkan di 17 kabupaten di Jawa Tengah,   6 Kabupaten di Jawa Timur, 2 Kabupaten di DIY,  3 kabupaten di Jawa Barat dan 25 Kabupaten di luar Pulau Jawa, seluruhnya mencakup 301 Desa, 84 Kecamatan, 55 Kabupaten dan 16 Provinsi baik di Jawa maupun Luar Jawa. Di Jawa Barat, peserta KKN berbasis kemitraan ditempatkan di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Bandung, Pangandaran dan Subang.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR