180710134841-konfl.jpg

Konflik Hanura Mau Beres, Dengarkan Saran Wiranto!

Nasional

Selasa, 10 Juli 2018 | 13:48 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

KETUA Dewan Pembina Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto menganjurkan pihak-pihak yang berkonflik di partainya untuk menyelesaikan masalah mereka melalui musyawarah.

"Saya selaku ketua dewan pembina selalu menganjurkan dilakukan dengan musyawarah. Partai Hati Nurani itu kan namanya hati nurani, ya kita kelola dengan damai, dengan hati yang terbuka dan saling mengasihi," ujar Wiranto di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Baca Juga: Anak Muda Garut Daftarkan Diri Jadi Calon Anggota DPD

Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada 26 Juni 2018, telah memutuskan untuk membatalkan SK Menkumham No. M.MH-01.AH.11.0, yang berarti mengembalikan kepengurusan Partai Hanura pada masa bakti 2015-2020, yakni Ketua Umum Partai Hanura dijabat Oesman Sapta Odang (OSO) dan Sekretaris Jenderal Partai Hanura oleh Sarifuddin Sudding.

Namun, baik kubu OSO maupun kubu Sudding saat ini tetap mengklaim pihak masing-masing yang berhak menjalankan Partai Hanura.

Sikap saling mengklaim dan tidak ada yang mau mengalah antara kubu OSO dan kubu Sudding itu, menurut Wiranto, menjadi salah satu penyebab sulitnya meredam konflik Partai Hanura.

Baca Juga: Aceng Fikri Pastikan Hanura Jabar Tidak Ada Dua Kubu

"Suatu hal yang dilakukan saat kita sedang tidak cocok dengan yang lain, maka kita harus berusaha masuk dalam satu konsep resolusi untuk bersatu. Dengan persatuan itulah kita dapat mencapai hasil baik," tutur dia.

"Tidak mungkin kita namanya punya cita-cita tapi mengupayakan dengan cara-cara tidak damai. Cara-cara dendam dan benci, saya kira tidak akan menghasilkan yang baik," tambah dia.

Baca Juga: KPUD Solo Wanti-wanti Kader Parpol Terjerat Hukum Jangan Daftar Bacaleg

Terkait dengan itu, Wiranto menyarankan kedua kubu untuk segera duduk bersama dan membahas penyelesaian konflik partai tersebut.

Sumber: ANTARA

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR