180614174702-lakuk.jpg

Jawa Pos

Lakukan Pengamatan Hilal, Puluhan Muhasib Yakin Besok Lebaran

Nasional

Kamis, 14 Juni 2018 | 17:47 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

SEDIKITNYA 45 pengamat hilal dari beragam kalangan, melakukan pengamatan di kawasan Satuan Radar 221, Ngliyep, Kabupaten Malang, Kamis (14/6/2018). Para ahli hisab atau yang disebut muhasib itu berasal dari bermacam kalangan. Yakni, kepala KUA se Kabupaten Malang, perguruan tinggi Islam, pondok pesantren (ponpes) serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Geofisika, Karangkates.

Ahli hisab atau yang disebut dengan muhasib melakukan pengamatan dengan beragam metode di ketinggian lebih dari 200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hasilnya, para muhasib berkeyakinan, 1 Syawal 1439 Hijriah atau lebaran 2018, jatuh pada Jumat (15/6/2018).

"Berdasarkan hasil pengamatan, para muhasib berkeyakinan besok sudah lebaran," kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malang, Drs Imron, SAg, di Ngliyep.

Imron menambahkan, keyakinan ini karena hilal sudah berada di posisi 7 derajat. Sementara itu, lama hilal di atas ufuk sudah terlihat selama 30 menit. "Jika nanti ketika rukyat, terlihat hilal, besok lebaran," tegasnya.

Sementara itu, Musripan, Kepala BMKG Stasiun Geofisika, Karangkates, menjelaskan, hilal merupakan bulan sabit pertama. Visibilitas hilal yang terjadi di Ngliyep, sudah berada di atas rata-rata. "Sudah berada di dua derajat dengan elevasi tiga. Sudah mulai kriteria. Posisi hilal kita terlihat di tujuh derajat," bebernya.

Sama dengan Imron, Musripan menyampaikan, lama hilal di atas ufuk sudah melebihi 30 menit. Dia melanjutkan, ketika matahari terbenam, teropong segera diarahkan ke azimut. "Arah ini bisa memonitor posisi bulan," tegas dia.

Bupati Malang, Rendra Kresna, berharap, tahun ini hilal terlihat dari Ngliyep. Di tempat ini, lanjut dia, hilal pernah terlihat tahun 1997 lalu. "Semoga tidak tertutup awan sehingga hilal bisa terlihat seperti 20 tahun lalu," tegas dia.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR