Diburu Konsumen, Harga Daging Sapi Menembus Rp 130 Ribu per kilogram

Dokumen Galamedianews.com

Diburu Konsumen, Harga Daging Sapi Menembus Rp 130 Ribu per kilogram

Nasional

Selasa, 12 Juni 2018 | 21:08 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

KEMENTRIAN Perdagangan (Kemendag) mengatakan bahwa harga bahan pokok menjelang dan saat lebaran nanti akan tetap stabil. Hal ini dikarenakan stok di jaga tetap aman dan bisa memenuhi kebutuhan bahkan hingga setelah hari raya nanti.

Sementara itu, permintaan daging sapi segar menjelang hari raya ini juga semakin melonjak dan menyebabkan kenaikan harga di pasar. Bahkan di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, harga daging sapi segar tembus hingga Rp130 ribu per kilo gram. Untuk itu, Pemerintah terus melakukan upaya agar pengawasan dan operasi pasar terus digencarkan agar harga tidak naik semakin liar.

Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi memprediksi, selama momentum lebaran kali ini kebutuhan daging untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya mencapai 40 ribu ton atau mengalami peningkatan 100% dari hari biasa.

"Untuk kebutuhan di Jabodetabek dan Banten diperkirakan sekitar 40 ribu ton. Angka ini meningkat dibandingkan hari biasa yang hanya sekitar 15 ribu ton," ungkapnya melalui keterangan, Jakarta, Selasa (12/6/2018).

Dia menuturkan, meningkatnya jumlah kebutuhan berpotensi menyebabkan kenaikan harga di pasaran. Maka, penting bagi pemerintah untuk turun demi menjaga stabilitas harga daging sapi. Termasuk PT Indoguna Utama yang gencar melakukan operasi pasar dalam rangka menekan harga pasar sesuai dengan arahan pemerintah.

"Selain menjual daging sapi di Toko Tani yang bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, kami untuk momentum lebaran kali ini juga menggelar operasi pasar di banyak lokasi, baik Jakarta, Banten dan di daerah lainnya. Ini untuk menjaga stabilitas harga di pasaran. Kasihan masyarakat kalau harus beli mahal," ungkapnya.

Dia menambahkan, permintaan daging sapi dalam operasi pasar cukup tinggi. Sejak memulai operasi pasar pada hari ketiga Ramadan, pihaknya menggelontorkan satu hingga dua ton per hari. "Kalau untuk operasi pasar, berapa pun kami turunkan ke lapangan selalu habis. Per hari saja kita habis satu sampai dua ton. Itu juga masih banyak yang minta. Hari ini dari Tangerang saja minta tambahan lima ton," imbuhnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR