180611205321-pedagang-daging-ayam-protes-operasi-pasar-daging-ayam-potong.jpg

Tok Suwarto/galamedianews.com

Staf Khusus Mendag Bidang Hubungan antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana, memantau pelaksanaan OP khusus daging ayam di Pasar Ayam Semanggi Solo.

Pedagang Daging Ayam Protes Operasi Pasar Daging Ayam Potong

Nasional

Senin, 11 Juni 2018 | 20:53 WIB

Wartawan: Tok Suwarto

HARGA ayam potong di wilayah Surakarta dalam beberapa hari menjelang Lebaran 2018 ini melonjak luar biasa, dari semula sekitar Rp 21.000,- per kilogram ayam hidup, pada Senin (11/6/2018) mencapai kisaran Rp 26.000,- per kilogram. Sedangkan harga daging ayam segar di pasaran Kota Solo, telah mencapai kisaran Rp 40.000,- sampai Rp 45.000,- per kilogram.  

Dalam upaya menekan laju peningkatan harga ayam potong tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, pada Senin-Selasa (11-12/6/2018) melancarkan operasi pasar (OP) khusus penjualan ayam potong.

OP khusus tersebut dilaksanakan serentak di tujuh lokasi wilayah Surakarta, di antaranya lima lokasi berada di pasar Kota Solo, yakni di di Pasar Ayam Semanggi, Pasar Jongke, Pasar Legi, Pasar Harjodaksino, dan Pasar Gede, serta dua di Kab. Boyolali, masing-masing di Pasar Ngemplak dan Pasar Boyolali Kota.

Ketika tim OP menggelar penjualan di Pasar Harjodaksino, Solo, sejumlah pedagang ayam potong di pasar tersebut protes karena OP dengan harga jual jauh di bawah harga pasar akan memukul para pedagang. Alasan para pedagang ayam, mereka mengambil dagangan  ayam potong dari penjual besar dan distributor dengan harga lebih tinggi dari harga OP senilai Rp 30.000,- per kilogram daging ayam beku dan Rp 33.000,- untuk daging ayam segar.

“Saya mengambil dagangan ayam tadi pagi seharga Rp 40.000,- per kilogram, di operasi pasar daging ayam dijual Rp 33.000 per kilogram. Kalau begini caranya, selama dua hari ini dagangan saya tidak akan laku," ujar Martinah, salah seorang pedagang daging ayam Pasar Harjodaksino kepada wartawan.

Di Pasar Ayam Semanggi yang merupakan pusat grosir perdagangan ayam hidup di Kota Solo, sejumlah pedagang mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir terus terjadi kenaikan harga ayam hidup, dari Rp 21.000,- per kilogram, menjadi Rp 24.000,- dan terakhir pada Minggu (10/6/2010) telah mencapai Rp 26.000,- per kilogram. Kebanyakan pedagang di pusat perdagangan ternak itu menyatakan tidak tahu rencana Kemendag melakukan OP daging ayam potong selama dua hari ini.

Staf Khusus Mendag Bidang Hubungan antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana, di sela pemantauan OP khusus daging ayam itu, menjelaskan kepada wartawan, terjadinya gejolak harga daging ayam akibat berkurangnya stok dan pasokan ke pasaran. Dia berharap, OP khusus daging selama dua hari dapat menekan kenaikan harga agar tidak berlanjut.

Menyinggung protes yang dilancarkan sejumlah pedagang daging ayam, menurut Eva, karena kurangnya sosialisasi program OP sehingga tidak menjangkau masyarakat luas. Menjelang pelaksanaan OP hari kedua, dia berharap program pengendalian harga daging ayam tersebut telah disosialisasikan termasuk kepada pedagang.


Editor: H. Dicky Aditya



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR