180609122435-jadi-anggota-dewan-keamanan-pbb-ini-kewajiban-indonesia.jpg

ist

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi

Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB, Ini Kewajiban Indonesia

Nasional

Sabtu, 9 Juni 2018 | 12:24 WIB

Wartawan: Brilliant Awal

SEBUAH berita yang sangat membesarkan hati atau membanggakan muncul dari New York Amerika Serikat, Jumat malam (7/6/2018) waktu Indonesia, karena Indonesia terpilih kembali untuk menjadi anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Informasi itu disampaikan secara langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dari sana.

Retno Marsudi mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil menundukkan alias mengalahkan saingannya Maladewa dengan meraih 144 suara. Sedangkan Maladewa hanya mendapat 46 suara untuk mewakili kawasan Asia Pasifik.

Bisa dibilang raihan kursi di Dewan Keamanan PBB ini merupakan salah satu nikmat terbesar bagi bangsa Indonesia di Ramadan ini.

Dengan terpilihnya Indonesia duduk di Dewan Keamanan pada periode 2019 s.d. 2020, berarti ini adalah yang keempat kalinya bisa duduk di lembaga terhormat dan bergengsi itu setelah sukses pada periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Selama beberapa tahun terakhir ini, betapa banyaknya presiden, perdana menteri, raja, dan menteri dari negara-negara sahabat yang datang ke Tanah Air atas undangan Joko Widodo serta Jusuf Kalla. Tamu-tamu negara itu tidak bisa terhindar dari kesimpulan bahwa RI adalah salah satu negara yang relatif tenang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada bulan Oktober 2018, Indonesia, khususnya Bali, akan menjadi tuan rumah sidang tahunan Bank Dunia serta Dana Moneter Internasional atau IMF. Acara ini diperkirakan bakal dihadiri tidak kurang 15.000 orang. Karena Bank Dunia dan IMF adalah bagian dari organisasi- organisasi kelas dunia, tentu banyak orang di dunia ini akan menujukkan atau mengarahkan pandangan matanya ke Bali, Indonesia.

Selama beberapa bulan terakhir ini harus diakui atau tidak, telah muncul beberapa serangan teror di Tanah Air seperti di Surabaya, Markas Komando Brimob di Kelapa Dua, hingga Medan. Namun, semua aksi terorisme itu berhasil dipatahkan oleh aparat keamanan dan pertahanan, yakni Polri dan TNI.

Anggota PBB yang hampir mencapai 200 negara itu, memperhatikan langkah-langkah pemerintah Indonesia untuk mengatasi gangguan keamanan di sini. Hal ini bisa diperkirakan menjadi nilai positif bagi Indonesia sehingga bisa masuk lagi ke Dewan Keamanan.

Sementara itu, para diplomat Indonesia akan mendapat tugas atau beban kerja yang baru yang dibebankan Dewan Keamanan PBB. Mereka ini harus mampu menjabarkan keputusan-keputusan Dewan Keamanan agar bisa dilaksanakan dengan baik. Diplomat Indonesia mungkin saja harus mendatangi negara-negara yang selama ini belum pernah mereka datangi.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo memuji keberhasilan Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk keempat kalinya periode 2019-2020.

"Alhamdulillah Indonesia kembali menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, setelah mengalahkan Maladewa dengan 144 dari 190 suara," kata Roy Suryo di Jakarta, Sabtu.


Editor: Brilliant Awal



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR