Dua Srikandi Ini Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Everest

merdeka.com

Dua Srikandi Ini Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Everest

Nasional

Jumat, 8 Juni 2018 | 21:11 WIB

Wartawan: Dadang Setiawan

DUA pendaki perempuan yang telah menyelesaikan misi pendakian tujuh puncak tertinggi di tujuh benua (The Seven Summits) dengan mendaki Gunung Everest melalui utara yaitu jalur Tibet. Keduanya adalah Fransiska Dimitri Inkiriwang (24) dan Mathilda Dwi Lestari (24).

Keduanya pun bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Moeldoko mengatakan, keberhasilan dua pendaki perempuan itu menjadi kebanggaan nasional. Tak hanya itu, kini dunia internasional mulai memperhitungkan kemampuan perempuan Indonesia.

"Masyarakat dunia internasional melihat hati-hati loh, jangan main-main sama orang Indonesia, ternyata jagoan-jagoan juga. Padahal wanita juga hebat," katanya seperti dilansirkan merdeka.com.

Mantan Panglima TNI ini berharap, prestasi dua pendaki perempuan memberikan semangat baru bagi generasi muda bangsa. Dia juga mendorong anak-anak muda untuk berani menghadapi tantangan.

"Semangat ini harus dimiliki oleh generasi muda, generasi millenial. Semangatnya yang sangat tinggi itu tidak saja hanya punya kemampuan di jarinya tapi kakinya harus juga punya kemampuan," ujarnya.

Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari yang tergabung dalam tim The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU MAHITALA) mengibarkan bendera Merah Putih di Gunung Everest pada Kamis (17/5/2018) pukul 05.50 waktu setempat atau pukul 07.05 WIB. Tim berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia, Puncak Gunung Everest, yang memiliki ketinggian 8.848 mdpl.

Tim memulai perjalanan dari Everest Base Camp (EBC) pada 11 Mei 2018 lalu, di ketinggian 5.150 mdpl sebagai titik awal pendakian. Memulai upaya menuju puncak (summit attempt) dari Camp 3 (8.225 mdpl) pada 17 Mei 2018 pukul 23.30 waktu setempat, Tim melakukan perjalanan selama 6,5 jam untuk mencapai puncak tertinggi di dunia tersebut.

Perjalanan menuju puncak dari titik terakhir ini disertai angin kencang dan suhu udara yang mencapai -25 derajat Celcius.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR