Banyak Peserta JKN-KIS Mandiri di Kota Solo Menunggak Premi

Tok Suwarto

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, seusai menyerahkan JKN-KIS kepada warga Kota Solo yang kepesertaannya dibiayai APBD, meninjau armada ambulans untuk layanan mudik Lebaran, Jumat (8/6/2018).

Banyak Peserta JKN-KIS Mandiri di Kota Solo Menunggak Premi

Nasional

Jumat, 8 Juni 2018 | 20:31 WIB

Wartawan: Tok Suwarto

WARGA Kota Solo peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pemegang Kartu Indonesia Sehat  (KIS), banyak yang saat ini tidak mampu membayar premi bulanan. Bahkan ada yang tunggakannya sampai beberapa tahun.

Pemkot Solo memasukkan mereka yang menunggak JKN-KIS karena mengalami kesulitan keuangan tersebut, sebagai warga kategori rentan miskin yang jaminan kesehatannya perlu biaya negara.

“Saat ini masih banyak peserta JKN-KIS mandiri yang premi bulanannya menunggak. Mereka akan kami catatkan sebagai warga rentan miskin supaya jaminan kesehatannya dapat integrasikan ke Pemkot Solo,” ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, kepada wartawan seusai pembagian JKN-KIS di Pendhapi Gedhe Balai Kota, Jumat (8/6/2018). Dalam sehari itu, Pemkot Solo membagikan KIS kepada ratusan warga dalam dua sesi, yakni pagi hari dan siang hari.

Di depan para penerima KIS, Hadi Rudyatmo, menegaskan, dalam program JKN yang di Kota Solo tercakup dalam program "Waras-Wasis-Wareg-Mapan dan Papan", seluruh warga Kota Solo harus memiliki KIS, termasuk warga miskin dan warga kategori rentan miskin. Pembayaran premi JKN bagi warga miskin dan rentan miskin ke BPJS Kesehatan, ditanggung Pemkot Solo dan dibiayai dengan dana APBD.

Khusus tentang pengintegrasian dari pemegang kartu JKN mandiri yang menunggak premi ke KIS yang dibiayai Pemkot Solo, Wali Kota Solo mensyaratkan agar tunggakan premi dilunasi lebih dahulu dengan cara mengangsur. Setelah tunggakan lunas, kepesertaan JKN-KIS mandiri baru dapat diintegrasikan ke JKN-KIS APBD Kota Solo.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Pemkot Solo, Siti Wahyuningsih, menjelaskan, Pemkot Solo akan melakukan pencatatan terhadap pemegang JKN-KIS di setiap kelurahan sampai ke RT-RT. Pendataan warga yang belum memiliki jaminan kesehatan, termasuk para peserta JKN-KIS mandiri yang menunggak premi bulanannya, bertujuan menuntaskan kepesertaan JKN bagi warga miskin dan rentan miskin.

Dia berharap, program JKN dapat menjangkau seluruh warga Kota Solo. Berdasarkan daya DKK Solo, sampai penyerahan JKN-KIS pada Jumat itu, sebanyak 48.396 kepala keluarga yang meliputi 116.851 jiwa telah memegang KIS yang preminya dibiayai APBD Kota Solo.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR