Pasar Klewer Diguncang Isu Praktik Jual Beli dan Sewa Menyewa Kios

dok

ilustrasi

Pasar Klewer Diguncang Isu Praktik Jual Beli dan Sewa Menyewa Kios

Nasional

Senin, 16 April 2018 | 20:57 WIB

Wartawan: Tok Suwarto

PASAR Klewer Solo sisi barat yang belum lama dibangun kembali setelah terbakar, kini dilanda keguncangan soal praktik jual beli dan sewa menyewa kios secara ilegal.  Kondisi perdagangan di bursa tekstil dan batik terbesar di Jateng yang belum pulih, diduga menjadi pemicu munculnya isu praktik jual beli dan sewa menyewa kios tersebut akhir-akhir ini.

Menanggapi merebaknya isu jual beli dan sewa menyewa kios tersebut, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Pemkot Solo, Subagyo, mengingatkan, jika benar terjadi praktik ilegal itu di Pasar Klewer dianggap merupakan pelanggaran dan disebut sebagai praktik korupsi.

"Kios Pasar Klewer adalah milik negara yang tidak boleh diperjual-belikan atau disewakan kepada siapapun. Para pedagang hanya berhak menempati kios dengan legalitas surat hak pakai atau SHP. Kalau pemegang SHP sudah tidak menggunakan kios, seharusnya SHP dikembalikan ke Pemkot Solo," ujarnya kepada wartawan di Balai Kota Solo, Senin (16/4/2018).

Subagyo mengancam akan menempuh upaya hukum terhadap pemegang SHP kios yang kedapatan memindah tangankan kiosnya baik dengan menjual atau menyewakan ke pihak lain. Dia akan melaporkan masalah tersebut ke Polisi, meskipun aparat bisa langsung bertindak tanpa laporan karena Pemkot Solo telah menjalin kerjasama dengan tim Saber Pungli.

Dalam menelusuri kebenaran isu yang berkembang, menurut Subagyo, pihaknya akan meminta keterangan kepada penghuni kios yang disebut-sebut terlibat praktik jual beli dan sewa menyewa kios. Pemkot Solo juga akan melakukan klarifikasi terhadap penawaran kios Pasar Klewer yang diunggah salah satu situs jual beli online.

Kepala Disdag itu menyebut praktik jual beli dan sewa menyewa kios Pasar Klewer secara online merupakan modus baru. Praktik tersebut tidak secara langsung tetapi menggunakan jasa perantara atau broker karena pemilik kios pemegang SHP tidak berani menawarkan secara langsung kepada calon pembeli.

Subagyo menambahkan, Pemkot  akan berupaya memperketat pengawasan terhadap para pemilik hak kios yang memegang SHP. Dia menyebutkan, pengawasan akan dilakukan melalui pembaruan SHP yang berlaku selama tiga tahun dan wajib diperbarui ke pengelola pasar.

Sejak menyeruaknya isu praktik jual beli dan sewa menyewa kios Pasar Klewer, setidak ada dua orang yang saat ini menggunakan kios mengaku mendapatkan dengan cara menyewa. Pedagang busana wanita di kios E-30 dan kios di depannya yang menolak disebut namanya, misalnya, berjualan di kios tersebut dengan menyewa dari seseorang yang saat ini bermukim di Jakarta.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR