Tengahi Konflik, Kemenhub Berlakukan Tarif Taksi Online

ilustrasi/net

Tengahi Konflik, Kemenhub Berlakukan Tarif Taksi Online

Nasional

Senin, 20 Maret 2017 | 23:55 WIB

Wartawan: Deni Kusmawan

TARIF taksi online akan disesuaikan dengan sistem tarif batas atas dan batas bawah. Aturan yang dibuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini akan diberlakukan pada Sabtu (1/4/2017) mendatang.

Seperti yang dilansir detik.com, Senin (20/3/2017), pengamat transportasi, Djoko Setijowarno mengatakan,  aturan tarif batas atas dan batas bawah ini, negara bisa menjamin aspek yang diperlukan oleh berbagai pihak, baik itu pihak taksi konvensional, taksi online dan juga masyarakat.

"Yang diuntungkan (dari aturan itu) adalah driver taksi online yang mengusulkan, driver taksi resmi, dan masyarakat sendiri," ungkap Djoko.

Masih menurut Djoko, perinsipnya negara itu harus melindungi baik kepentingan masyarakat, perusahaan dan lingkungan. Maka dari itu ada yang namanya tarif batas atas dan batas bawah. Adanya batas atas supaya pemberlakuan tarif tidak semena-mena.

"Batas bawah, supaya usahanya bisa terjamin. lalu kuotanya, agar tidak terjadi persaingan tidak sehat. Karena bisa saja nanti murah-murahan (tarif), karena kalau sudah murah begitu, yang dikorbankan adalah faktor keselamatan," sambungnya.

Aturan tersebut menjadi momentum pemerintah maupun perusahaan taksi konvensional atau online bisa melakukan pembenahan agar tidak ditinggalkan pengguna jasa.

Dalam persoalan ini, pemerintah memang perlu mengawasi operasional taksi-taksi konvensional yang seringkali beroperasi seenaknya. Dengan demikian pembenahan pelayanan harus diutamakan oleh taksi konvensional.

"Contohnya, banyak taksi-taksi (konvensional) yang tidak mau mengangkut penumpang dengan jarak dekat karena murah. Itu tidak boleh begitu. Ini juga sebagai pengawasan pemerintah, yang agak sedikit abai juga kepada taksi yang pelayanannya buruk," tuturnya.

Editor: Deni Kusmawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR