Jadi Korban Investasi Bodong, Emak-Emak Teriaki Monang Saragih Penipu

Meja Hijau

Kamis, 17 Oktober 2019 | 18:19 WIB

191017181315-jadi-.jpg

Lucky M. Lukman

PULUHAN korban investasi bodong Koperasi Jasa Hukum (KJH) dengan terdakwa Monang Saragih menggeruduk Pengadilan Negeri (PN) Bandung, di Jln. L.L.R.E Martadinata, Kamis (17/10/2019). Mereka datang untuk menyaksikan persidangan perdana perkara yang merugikan hingga miliaran rupiah.

Namun demikian, persidangan yang sedianya mengagendakan pembacaan dakwaan itu urung digelar. Berdasarkan informasi yang diterima, Jaksa Penuntut Umum mengaku belum siap sehingga persidangan dijadwal ulang pada Kamis (24/10/2019).

Berdasarkan pantauan galamedianews.com, puluhan korban yang sudah hadir di PN Bandung sejak pukul 09.30 WIB pun merasa kecewa. Mereka pun melampiaskan kekecewaan dengan meneriaki Monang saat hendak dibawa ke mobil tahanan menuju Rutan Kebonwaru. Dari mulai menyoraki, mengumpat dan menyebutnya penipu.

"Penipu, dasar penipu!" teriak para korban yang kebanyakan kaum hawa.

Salah seorang korban, Shinta Sundayani mengaku sangat kecewa dengan ditundanya persidangan. Terlebih dirinya bersama teman-teman yang jadi korban sudah menunggu sejak pagi. "Jelas kecewa, dari pagi kami sudah hadir dan menunggu. Kami tidak tahu apa alasannya persidangan ditunda," ujar Shinta.

Perempuan berjilbab itu mengaku bakal terus mengawal persidangan kasus penipuan yang berkedok investasi tersebut. Terlebih, dirinya sudah menginvestasikan uangnya senilai Rp 1,7 miliar.

"Itu baru modalnya saja, belum termasuk tabungan wajib dan sukarela. Makanya, sampai kemanapun akan saya kawal. Pekan depan juga saya pasti hadir," ujarnya.

Lebih lanjut Shinta menerangkan, awalnya tergoda investasi KJH saat mendengar Radio Mora tentang progras menggagas kemiskinan. Saat itu, Monang menawarkan investasi padi dan Sorgum. Dirinya pun mencoba menginveskan Rp 20 juta, dan tidak lama kemudian modal dan keuntungannya kembali dengan total Rp 80 juta.

Tak lama kemudian, Shinta kembali ditawari investasi hasil perkebunan buah kesemek. Akan tetapi, investasi yang kedua ini tidak semulus yang pertama. Puluhan juta rupiah sudah  digelontorkannya, belum termasuk tabungan wajib dan sukarela.

"Tapi saat uang akan diambil ternyata kantornya sudah kosong. Saya sampai nangis, bahkan uang tabungan anak kuliah pun ikut raib karena diinveskan," ungkapnya.

Di tempat yang sama, koordinator KJH Nusantara, Etty Supenty menyatakan akan menggelar aksi damai di PN Bandung pekan depan. Selain bakal membentangkan spanduk, mereka pun bakal berorasi.

"Kami jelas kecewa karena sidang hari ini ditunda. Padahal sejak pagi kami sudah menunggu. Minggu depan kami pasti akan mengerahkan massa lebih banyak ke sini (PN)," jelas Etty.

Menurutnya, untuk aksi damai pada sidang pekan depan pihaknya sudah meminta izin ke Polsekta Bandung Wetan. Para korban berencana membawa spanduk dan hadir dengan jumlah massa yang lebih banyak. "Kami sudah koordinasi dengan kepolisian. Pekan depan bakal bawa spanduk dan berorasi," katanya.

Selain itu, Etty pun menyebut sudah berkoordinasi dengan tim kuasa hukum para korban. Rencananya, mereka akan mengajukan gugatan secara perdata jika gugatan secara pidana sudah selesai dan terbukti.

"Kami pun akan terus mengawal persidangan sampai putusan selesai. Terlebih untuk mencari keadilan bagi kami, para korban yang sudah ditipu oleh terdakwa," tegasnya.

Lebih lanjut kepada wartawan Etty juga mengaku mengkoordinir para korban penipuan KJH Monang Saragih di seluruh Indonesia. Anggota yang sudah dihimpunnya mencapai 250 orang. Saat ini, korban KJH terpecah dalam tiga kelompok, dan perkara yang disidangkan kali ini merupakan dasar laporan dari kelompoknya.


Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA