PTUN Kabulkan Gugatan Benny Bachtiar, Pemkot Bandung Langsung Banding

Meja Hijau

Selasa, 1 Oktober 2019 | 13:33 WIB

191001133336-ptun-.jpg

Lucky M. Lukman

MAJELIS Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung mengabulkan gugatan yang dilayangkan Benny Bachtiar terkait pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung. Meski demikian, dalam pertimbangannya, majelis hakim sepakat dengan penjelasan saksi ahli terkait prosedur pengangkatan sekda.

Penjelasan yang menjadi pertimbangan salah satunya berasal dari Ahli Pemerintahan, Prof DR Sadu Wasistiono M.Si. Beberapa waktu lalu, saat dihadirkan sebagai saksi, Sadu pernah menyatakan, langkah yang dilakukan oleh Wali Kota Bandung dalam memilih Ema Sumarna sebagai Sekda tidak salah. Artinya, jika dianggap menyalahi aturan, sejak awal tentu akan ada penolakan. Bahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Sekda yang sudah dikeluarkan bisa dicabut.

Meski demikian, Majelis Hakim PTUN Bandung dalam memutus perkara mengesampingkan hal itu. Hakim meminta Oded mencabut SK pengangkatan Ema Sumarna dan menerbitkan SK pengangkatan Benny sebagai Sekda Kota Bandung.

"Mengadili, mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim, Tri Indra Permana dalam sidang putusan yang digelar di PTUN Bandung, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (1/10/2019).

Majelis hakim juga meminta Oded mencabut SK nomor 821.2/Kep-BKPP tanggal 21 Maret 2018 terkait pengangkatan Ema menjadi Sekda Kota Bandung. Oded kemudian diminta untuk membuat SK baru untuk pengangkatan Benny.

"Mewajibkan tergugat menerbitkan surat keputusan tata usaha negara baru untuk mengangkat penggugat sebagai Sekda," kata hakim.

Kepala Bagian Hukum Pemkot Bandung selaku kuasa hukum dari tergugat, Bambang Suhaeri mengaku belum bisa banyak berkomentar soal putusan majelis hakim. Yang pasti, kata Bambang, pihaknya akan melakukan upaya hukum banding.

"Kami pasti akan banding. Sesegera mungkin akan kami daftarkan," ujar Bambang.

Bambang menambahkan, pada putusan yang disampaikan hakim memang ada beberapa hal yang menjadi catatan. Namun ia tak mau mengungkapkannya secara gamblang. Menurut Bambang, pihaknya sudah mengutarkaan dalil dan dikuatkan ahli dan alat bukti.

"Namun demikian hakim memutuskan lain dan kami akan gunakan hak tergugat untuk lakukan upaya hukun banding. Saya akan lapor dulu ke pa wali soal putusan ini," tandas Bambang.

Sementara itu, Benny Bachtiar yang hadir dalam sidang, langsung menangis haru usai mendengar putusan hakim. Meskipun gugatannya dikabulkan, dia belum bisa berkomentar dan hanya bisa mengucapkan syukur.

"Saya belum bisa memberikan tanggapan, hanya puji syukur kepada Allah," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Lalu, maukah Benny jadi Sekda Bandung? "Kita lihat saja dulu nanti perkembangannya," ucap Benny.

Benny kembali mengatakan syukurnya, dan menilai putusan hakim menunjukan suatu kebenaran yang sejak awal dia perjuangkan.

"Bahwa kebenaran sudah ditegakan. Tujuan utama saya dari awal adalah ingin menegakan aturan dan Alhamdililah. Itu yang dapat saya ucapkan harapan kedepan kita lihat nanti," tutur Benny.

Hal senada disampaikan tim kuasa hukum Benny, Togar Sianturi. Menurutnya, keputusan majelis sesuai dengan yang diharapkan.

"Memang ini yang kami harapkan, sudah sesuai undang-undang. Soal pengangkatan Sekda, kami tunggu upaya banding tergugat," ujarnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA