Dianggap Terbukti Aniaya Remaja, Habib Bahar Dituntut 6 Tahun Penjara

Meja Hijau

Kamis, 13 Juni 2019 | 13:43 WIB

190613134437-diang.jpg

Darma Legi

BAHAR bin Smith alias Habib Bahar (36), dituntut 6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Cibinong. Terdakwa dianggap terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap remaja.

Hal itu terungkap dalam sidang dengan agenda penyampaian tuntutan, yang digelar oleh PN Bandung, di Gedung Arsip, Jln. Seram, Kota Bandung, Kamis (13/6/2019). "Menuntut terdakwa dengan hukuman selama enam tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan," tutur JPU membacakan amar tuntutannya.

Dalam paparannya, JPU menyatakan terdakwa bersalah dengan melakukan penganiayaan, pengeroyokan, dan merampas kemerdekaan orang lain, terhadap dua anak di bawah umur, yakni M Khoirul Umam Al Mudzaqi (17) dan Cahya Abdul Jabar (18).

Dalam berkas tuntutannya, jaksa meyakini Bahar terbukti bersalah sesuai pasal Pasal 333 ayat (2) KUHPidana dan atau Pasal 170 ayat (2) dan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Jaksa pun meminta majelis hakim memerintahkan agar Bahar tetap berada dalam penjara.

Usai JPU membacakan tuntutan, Ketua Majelis Hakim M. Edison, menanyakan kepada Bahar apakah dirinya mengerti soal isi tuntutnya. "Apakah saudara mengerti?" tanya hakim.

"Mengerti, tuntutannya enam tahun penjara," jawab Bahar.

Dengan tuntutan tersebut, penasehat hukum terdakwa akan mengajukan nota pembelaan yang akan disampaikan pada sidang selanjutnya.

Sementara itu, Bahar turut angkat bicara soal tuntutan jaksa terhadap dirinya. Sambil meninggalkan ruang sidang, Bahar mengaku siap bertanggung jawab atas apa yang ia perbuat. "Saya bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan," singkat Bahar sambil berlalu meninggalkan ruang sidang dengan dikawal petugas kepolisian.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA