Nama Ridwan Kamil Disebut dalam Sidang Suap Meikarta

Meja Hijau

Rabu, 10 April 2019 | 13:12 WIB

190410131407-nama-.jpg

Lucky M. Lukman

PERSIDANGAN perkara suap perizinan proyek Meikarta kembali mengungkap fakta baru. Salah seorang terdakwa, mantan Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi, menyebut nama Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Hal itu terungkap dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Rabu (10/4/2019). Selain Neneng Rahmi, terdakwa lainnya yaitu mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, eks Kadis PUPR Pemkab Bekasi Jamaludin, eks Kadis PMPTSP Pemkab Bekasi Dewi Tisnawati, dan eks Kadis Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor juga dihadirkan.

Neneng menyebut nama Ridwan Kamil saat Penuntut Umum KPK mencecarnya dengan pertanyaan terkait siapa saja yang menerima uang dari Meikarta. Penuntut Umum mengaitkan penerimaan uang dengan pengurusan pembahasan raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi.

Penuntut Umum KPK awalnya menanyakan siapa saja yang menerima uang selain Sekda Jabar, Iwa Karniwa. Sebelumnya, Iwa memang beberapa kali disebut menerima aliran uang sebesar Rp 1 miliar. Neneng menyatakan, pengurusan itu terkait substansi pembahasan raperda RDTR.

"Jadi uang ke pa Iwa itu untuk kepentingan apa?" tanya Penuntut Umum KPK, Yadyn.

Neneng menyatakan uang diberikan untuk pendukungan hal substansi terkait pembahasan raperda RDTR. Menurutnya, pemberian dilakukan atas inisiatif dari Hendry Lincoln, eks Sekdis PUPR Pemkab Bekasi. Dalam penjelasan itulah Neneng kemudian menyebut nama Ridwan Kamil.

"Itu (pemberian uang) inisiatif Hendry Lincoln. Bahkan setelah dia tidak lagi menjabat Sekdis PUPR, masih suka menanyakan perkembangan. Pak Hendry Lincoln bahkan sempat mengajak saya untuk bertemu Ridwan Kamil. Tapi (pertemuan) belum sempat terealisasi," terang Neneng.

Penuntut Umum kemudian menanyakan apa maksud dari rencana bertemu dengan Ridwan Kamil. Menurut pengakuan Neneng, sebagaimana penjelasan yang ia peroleh dari Hendry Lincoln, maksud bertemu dengan Ridwan Kamil agar proses pembahasan RDTR cepat selesai. "Katanya supaya RDTR cepat selesai," kata Neneng

Penuntut Umum KPK kemudian bertanya kembali kepada Neneng siapa saja pejabat di Pemprov Jabar yang menerima uang selain Sekda Iwa Karniwa. Neneng mengungkap nama baru yaitu Kabid Prasarana di Bappeda Jabar.

"Ada pemberian ke Pak Slamet, Kabid Prasarana di Bappeda Jabar. (Uang) Rp 50 juta. Diluar itu saya tidak tahu," aku Neneng.

Seperti diketahui, dalam perkara ini eks Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin bersama empat anak buahnya duduk sebagai terdakwa. Mereka didakwa menerima suap sejumlah total Rp 18 miliar. Penuntut umum KPK merinci, uang suap terdiri atas Rp 16.182.020.000 dan 270 ribu dolar Singapura (sekitar Rp 2,7 miliar).

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR