Nico Siahaan Bantah Gunakan Uang Kiriman Bupati Cirebon Nonaktif

Meja Hijau

Rabu, 13 Maret 2019 | 15:13 WIB

190313151406-nico-.jpg

Lucky M. Lukman

POLITISI PDIP, Junico BP Siahaan alias Nico Siahaan mengakui menerima uang Rp 250 juta dari Bupati Cirebon nonaktif, Sunjaya Purwadisastra. Namun uang tersebut tidak sempat digunakan dan sudah diserahkan ke kas negara melalui KPK.

Hal itu disampaikan Nico saat bersaksi dalam kasus dugaan korupsi dengan terdakwa Bupati Cirebon nonaktif, Sunjaya Purwadisastra, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Rabu (13/3/2019). Nico dihadirkan sebagai sakai karena namanya disebut di dalam berkas dakwaan.

Diterangkan Nico, saat itu dirinya merupakan Ketua Panitia Peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan tema "Satu Indonesia Kita" yang diselenggarakan PDIP pada 28 Oktober 2018. Pihaknya memang menerima bantuan dari kader partai. Artinya, uang yang ia terima bukan ataa nama pribadi melainkan untuk kepentingan panitia kegiatan.

Penuntut umum KPK menanyakan hubungan antara Nico dan terdakwa Sunjaya hingga terjadi proses pemberian sumbangan senilai Rp 250 juta.

"Saya dan beliau (terdakwa) sesama kader di PDIP. Kalau prosesnya saya sendiri tidak paham, cuma saya ketemu beliau di rapat panitia. Ada informasi (dari panitia) soal sumbangan kader Rp 250 juta," ungkap pria yang kini menjadi anggota DPR RI itu.

Uang sebesar Rp 250 juta itu, tambah Nico, dikirim oleh Sunjaya lewat rekening panitia. Sebagai ketua, Nico pun menerima laporan jika Sunjaya telah mengirimkan Rp 250 juta, dan bisa dipakai.

"Apakah uang tersebut sudah dipakai (kegiatan)?" tanya penuntut umum KPK.

"Kami memang menerima uang itu, dan disimpan. Tapi malam harinya dapat laporan kalau Pak Sunjaya ditangkap. Jadi uangnya tidak kami pakai," kata Nico.

Ditegaskan Nico, setelah kasus muncul, pihaknya memang berinisiatif untuk tidak menggunakan uang tersebut. Menurut Nico, uang itu sudah diserahkan saat dirinya diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK pada November 2018.

Sementara itu, saksi lainnya yang juga kader PDIP, Elvi Diana mengaku ditugaskan di kepanitiaan peringatan sumpah pemuda untuk menerima sumbangan dari kader (PDIP). Setelah ada kader yang memberi bantuan, Elvi langsung melaporkannya kepada Nico selaku ketua panitia.

"Pada awalnya saya tidak tahu besarannya berapa. Waktu itu saya lagi rapat Pilkada (Cirebon) dan dihampiri pak bupati (Sunjaya). Dia bilang akan nyumbang dan dikirim ke rekening saya," kata Elvi.

Perempuan yang juga mengemban tugas sebagai Bapilu PDIP di Cirebon ini kembali mengungkap, setelah pertemuan, ia mendapat pesan via aplikasi WhatsApp dari ajudan Sunjaya. Ajudan menyampaikan sudah mengirim dana sebesar Rp 250 juta.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR