Sidang Korupsi Dana Hibah, Uu Ruzhanul Ulum Kembali Mangkir

Meja Hijau

Senin, 11 Maret 2019 | 17:26 WIB

190311172737-sidan.jpg

Lucky M. Lukman

MANTAN Bupati Tasikmalaya yang kini menjabat Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, kembali mangkir untuk bersaksi pada persidangan kasus korupsi dana hibah Pemkab Tasikmalaya. Ini ketidakhadiran Uu untuk kedua kalinya, setelah beberapa waktu lalu sempat diminta hadir oleh pengacara salah seorang terdakwa, mantan Sekda Pemkab Tasikmalaya, Abdul Kodir.

Sedianya, Uu hadir pada sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, ‎Senin (11/3/2019). Pemanggilan Uu sebagai saksi merupakan penetapan dari Majelis Hakim yang yang memeriksa dan mengadili kasus itu. Kali ini Uu tidak hadir karena alasan menghadiri acara di Jakarta.

Kepastian tidak hadirnya Uu disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jabar, Andi Adika Wira. Menurut Andi, Uu tidak hadir bukan tanpa alasan. Ia pun mengirimkan surat kepada pihak jaksa.

"Ada surat resminya dari pak Uu bahwa yang bersangkutan tidak bisa hadir karena menghadiri rapat terbatas seklaigus peresmian terkait National Plastic Action Partnership Indonesia di Jakarta hari ini," tutur Andi, membacakan surat berkop dan bernomor.

Majelis Hakim yang memimpin persidangan langsung menanyakan hal itu kepada sembilan terdakwa, satu di antaranya eks Sekda Pemkab Tasikmalaya, Abdul Kodir.

"Kemarin kami sudah bikin penetapan pemanggilan pak Uu tapi ternyata enggak bisa hadir. Saya tanya lagi, pak Maman dan pak Abdul Kodir kan (di persidangan) mengaku dipanggil langsung oleh pak Uu (untuk dicarikan dana). Kalau memang iya, kami tidak akan persulit persidangan, kami akan panggil lagi. Apa betul keterangan terdakwa, makanya kami bertanya," kata anggota majelis hakim, Dahmiwirda.

Sembilan terdakwa pun berbisik-bisik saling menatap satu sama lain. Mereka berdiskusi tentang apakah perlu memanggil ulang. Awalnya, mereka tidak kompak karena ada yang merasa tidak perlu memanggil Uu. Ke sembilan terdakwa kembali berdiskusi dan akhirnya dicapai kesepakatan.

"Panggil sekali lagi yang mulia, jika tidak datang lagi, sidang dilanjutkan saja (ke pemeriksaan terdakwa)," kata terdakwa Maman ‎Jamaludin, mantan Kabag Kesra Pemkab Tasikmalaya.

Abdul Kodir pun akhirnya sepakat. Ia dengan yakin menginginkan agar Majelis Hakim kembali memanggil Uu Ruzhanul Ulum.

"Betul yang mulia, kami ingin pak Uu dipanggil lagi. Jika tidak hadir lagi, persidangan dilanjutkan saja," katanya.

Atas kesepatan di antara para terdakwa, Majelis Hakim pun memutuskan untuk kembali memanggil Uu pada persidangan selanjutnya, Senin (18/3/2019). Jika Uu tidak hadir, maka persidangan akan dilanjutkan ke agenda pemeriksaan terdakwa.

"Sudah sepakat ya, kita akan buatkan penetapan untuk memanggil saksi (Uu Ruzhanul Ulum) pada Senin tanggal 18 Maret 2019," kata Ketua Majelis Hakim, M. Razad.

Ditemui usai persidangan, penasihat hukum Abdul Kodir, Bambang Lesmana menyayangkan ketidak hadiran Uu meski telah dipanggil secara resmi. Permintaan agar memanggil Uu sendiri diajukan oleh penasehat hukum para terdakwa.

"Kami kan meminta menghadirkan beliau sebagai saksi yang meringankan sehingga perkara ini terang benderang. Jika tidak hadir, kasusnya jadi tidak terang benderang. Di sisi lain, ketidak hadirannya sekaligus mengakui apa yang dikatakan para saksi dan terdakwa. Tapi nanti itu bisa majelis hakim saja yang menyimpulkan. Yang jelas akan kami sampaikan juga nanti dalam nota pembelaan," terang Bambang.

Sementara itu, jaksa Andi Adika Wira menyatakan akan melaksanakan penetapan hakim untuk kembali memanggil Uu. "Kami akan laksanakan penetapan hakim untuk kembali memanggil yang bersangkutan," katanya usai sidang.

Kehadiran Uu sebagai saksi, untuk dimintai keterangan terkait instruksinya terhadap Abdul Kodir tentang kegiatan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) dan pembagian hewan kurban. Kedua kegiatan tersebut diduga menggunakan biaya dari hasil sunat hibah. Uu sempat diminta hadir oleh pengacara Abdul Kodir, namun tak hadir.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR