Anggota DPRD Sebut Sekda Jabar Ucapkan Kode Angka "Tiga"

Meja Hijau

Rabu, 6 Februari 2019 | 13:10 WIB

190206131133-anggo.jpg

Lucky M. Lukman

SIDANG perkara suap perizinan Meikarta kembali mengungkap fakta baru. Anggota DPRD Kab. Bekasi, Sulaeman menyebut Sekda Jabar, Iwa Karniwa sempat mengucapkan kode "tiga" kepada dirinya.

Hal itu diungkapkan Sulaeman saat menjadi saksi perkara itu, di sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Rabu (6/2/2019). Sulaeman dihadirkan sebagai saksi diluar BAP untuk terdakwa Billy Sindoro, Fitradjadja Purnama, Hendry Jasmen dan Taryudi.

Kehadiran Sulaeman juga akan dikaitkan dengan konfrontir bersama Sekda Iwa Karniwa, anggota DPRD provinsi Jawa Barat Waras Wasisto, Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili, dan Hendry Lincoln eks sekdis PUPR Bekasi. Mereka bersaksi terkait dengan dugaan adanya pemberian uang kepada Iwa Karniwa.

Dalam kesaksiannya, Sulaeman mengakui soal adanya pertemuan dengan Iwa di KM 72 Tol Purbaleunyi. Ketika itu, dalam pertemuan hadir juga Neneng Rahmi, Hendry Lincoln dan Waras Wasisto. Ia juga mengungkap adanya penyampaian soal titipan yang disampaikan oleh Iwa.

"Pa Iwa sampaikan ada titipan buat bikin banner. Yang saya tahu, saat itu pa Iwa memang mau mencalonkan sebagai Gubernur Jabar," ujar Sulaeman dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Tardi.

Setelah pertemuan tersebut, kata Sulaeman, dilanjutkan dengan pertemuan kembali di Gedung Sate, beberapa hari kemudian. Ia mengaku kembali mendengar dari Iwa soal adanya bantuan.

Sulaeman menyebut tidak mengetahui berapa besaran bantuan yang dimaksud. Hanya saja, ujarnya, saat itu Iwa menyampaikan kode angka tiga.

"Jadi kapan uang itu diberikan dan berapa jumlahnya," tanya penuntut umum KPK, I Wayan Riyana.

"Itu nanti ada pemberian banner untuk kita (dari Meikarta) sekitar tiga," jawab Sulaeman menirukan ucapan Iwa.

Didesak penuntut umum, Sulaeman tidak mengakui jika yang dimaksud tiga adalah Rp 3 miliar. Kemudian penuntut umum membacakan BAP Sulaeman yang menyebutkan kode tiga yang dimaksud adalah Rp 3 miliar. Namun Sulaeman membantahnya, yang dimaksud tiga itu pemberian selama tiga kali.

Hakim ketua Tardi pun naik pitam, dia langsung menyemprot Sulaeman agar berkata jujur. Bahkan memanggilnya ke depan untuk melihat dan membaca berkas BAP yang ditandatanganinya, dan akhirnya Sulaeman pun mengakuinya.

"Yang maksud tiga itu berapa. Kamu sini liat BAP, di sini dinyatakan tiga itu Rp 3 miliar. BAP ditandatangani saudara kan, dan dibaca dulu. Benar tidak ini, yang dimaksud tiga Rp 3 miliar," tanya hakim.

Sulaeman pun mengiyakan. Namun hakim keburu menskor sidang untuk sala Duhur dan makan siang.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR