KPK Bakal Konfrontir Saksi Soal Pemberian Uang ke Sekda Jabar

Meja Hijau

Rabu, 6 Februari 2019 | 12:38 WIB

190206123845-kpk-b.jpg

Lucky M. Lukman

PENUNTUT umum KPK akan mengkonfrontir sejumlah saksi terkait dugaan adanya pemberian uang ke Sekda Jabar, Iwa Karniwa, dalam kasus dugaan suap perizinan Meikarta. Para saksi dihadirkan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Rabu (6/2/2019).

Saksi yang dihadirkan dalam sidang kali ini yaitu Sekda Iwa Karniwa, anggota DPRD provinsi Jawa Barat Waras Wasisto, Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili, Hendry Lincoln eks sekdis PUPR Bekasi, dan anggota DPRD Bekasi Sulaeman.

Rencana, para saksi itu akan dikonfrontir terkait pemberian Rp 1 miliar untuk kepentingan izin proyek Meikarta. Seperti diketahui, Iwa Karniwa disebut-sebut telah meminta Rp 1 miliar dalam proses perizinan proyek Meikarta untuk kepentingan pencalonannya dalam seleksi Bakal calon gubernur (Bacagub) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

Dari pantauan galamedianews.com, sidang saat ini tengah ditunda sementara untuk istirahat. Sebelumnya, sidang sempat dibuka dan digelar sesi pertanyaan dari penuntut umum KPK. Sidang ini menghadirkan empat terdakwa yaitu Billy Sindoro, Fitradjadja Purnama, Hendry Jasmen dan Taryudi.

Seperti diketahui, dalam perkara ini Billy Sandoro cs didakwa telah melakukan suap terhadap Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin beserta beberap pejabat Pemkab Bekasi mencapai Rp 16,1 miliar dan 270 dolar Singapura.

Billy bersama-sama dengan terdakwa Hendry Jasmen, Taryudi, dan Fitradjaja Purnama melakukan suap pada Juni 2017 sampai Januari 2018. Kemudian dilanjut pada Juli hingga Oktober 2018, atau setidaknya pada pertengahan 2017 hingga Oktober 2018.

Penuntut umum KPK menyatakan, suap tersebut diperuntukan sebagai pelicin untuk izin proyek Meikarta mulai dari Izin Peruntukan penggunaan Tanah (IPPT), Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKLH) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Meikarta dengan tiga tahap.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR