Dicecar Hakim, Dirjen PAS Akui Tak Tahu Soal Tas Mewah

Meja Hijau

Rabu, 9 Januari 2019 | 16:26 WIB

190109163325-dicec.JPG

Darma Legi

Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami, menjawab pertanyaan Majelis Hakim saat menjadi saksi pada persidangan kasus suap eks Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen, di Pengadilan Tipikor Bandung Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Rabu (9/1/2019).

SIDANG suap pemberian fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin kembali dilanjutkan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Rabu (9/1/2019). Penuntut umum KPK menghadirkan lima orang saksi, di antaranya Dirjen Pas Kemenkum HAM RI, Sri Puguh Budi Utami.

Sri Puguh dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, narapidana Fahmi Darmawansyah, Hendry Saputra dan Andri Saputra. Nama Sri Puguh disebut-sebut dalam perkara karena dituding menerima tas mewah dari Wahid Husein.

Saat bersaksi di hadapan majelis hakim yang dipimpin Dariyanto, Sri Puguh mengaku baru mengetahui ada barang gratifikasi berupa clucth bag Luis Vuitton setelah dipanggip untuk menjalani pemeriksaan oleh KPK. Barang mewah yang ditaksir bernilai puluhan juta rupiah itu diberikan oleh Wahid Husein lewat ajudannya, Hendry Saputra. Tas disebut berasal dari Fahmi Darmawansyah.

"Saat dipanggi KPK, saya baru tahu kalau ada titipan dari sopir pak Wahid Husen berupa tas. Tasnya dititip ke sopir saya, Mulyana," kata Sri Puguh.

Sri Puguh menyebut tas itu diterima oleh Mulyana pada 19 Juni 2018. Ia tidak tahu jika Mulyana menerima titipan dari seseorang. Pasalnya, sejak menjadi sopirnya tahun 2010, Mulyana selalu diwanti-wanti agar tidak tidak menerima uanh atau barang apapun dan dari siapapun.

"Sampai saya diperiksa sebagai saksi, Mulyana tidak pernah melaporkan soal titipan itu. Jadi saya baru tahu setelah ada pemeriksaan sebagai saksi di KPK," tambah Sri Puguh yang mengaku baru menjabat sebagai Dirjen Pas pada bulan Mei 2018.

Ketidaktahuan Sri Puguh juga karena alasan lain. Menurutnya, pada saat tas diberikan ke sopirnya, ia sedang berada di Thailand untik keperluan tugas selama empat hari. Sekembalinya ke Indonesia, Sri Puguh mengaku sopirnya tidak melaporkan.

"Mulyana tak sempat cerita karena saat itu saya ke Thailand dan banyak aktifitas yang harus saya selesaikan‎, karena saat itu juga banyak remisi yang harus diurusi," ungkapnya.

Pada sidang tersebut, penuntut umum KPK sebelumnya sempat menunjukkan barang bukti tas mewah saat Mulyana, sopir Sri Puguh memberi kesaksiannya. "Coba ada tasnya?" kata hakim Dariyanto dalam persidangan.

Salah seorang penuntut umum kemudian berdiri sambil memegang kotak berukuran besar. Kotak berwarna kuning itu lalu dibawa ke hadapan hakim. Kotak pun dibuka dan terlihat tas berwarna cokelat. Tas itu dilihat oleh hakim, jaksa, Dariyanto dan pengacara Wahid, Firma Uli Silalahi. Sebelumnya, tas disebut sebagai hadiah ulang tahun dari Wahid Husein.




Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR