Ada 7 Napi yang Sempat Menyewa "Kamar Bercinta" di Lapas Sukamiskin

Meja Hijau

Rabu, 12 Desember 2018 | 15:37 WIB

181212153818-ada-7.jpg

Lucky M. Lukman

KEBERADAAN "kamar bercinta" di Lapas Sukamiskin terbongkar dalam perkara suap terhadap eks kepala lapas tersebut, Wahid Husein. Ruangan tersebut dibangun dan dikelola oleh napi Fahmi Darmawansyah dan tahanan pendamping (tamping) Andri Rahmat.

Bahkan selain digunakan sendiri, suami Inneke Koesherawati itu juga menyewakan ruangan berukuran 2x3 meter kepada napi lainnya dengan tarif Rp 650 ribu. Hal itu diungkapkan Andri saat menjadi saksi untuk terdakwa Wahid Husein, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Rabu (12/12/2018).

Penjelasan mengenai "kamar bercinta" itu diawali pertanyaan hakim Daryanto menyinggung apa yang tercantum didalam dakwaan. Ditanyakan ke Andri, "kamar bercinta" tersebut dikatakan dibuat oleh Fahmi. Lokasinya berada dibelakang saung Fahmi. Ruangan itu awalnya berfungsi sebagai toilet.

Hakim menanyakan siapa saja yang pernah menggunakan "kamar bercinta" itu. Andri menyebut ada tujuh orang napi yang sempat menyewa, diluar Fahmi. "Ada tujuh orang yang pakai," katanya.

Andri pun menyebutkan nama-nama napi yang menggunakan pernah menikmati kamar tersebut. Namun ia tak menyebut semua nama karena terpotong pertanyaan hakim. Tiga nama yang sempat disebut yaitu Sanusi, Suparman dan Umar. "Sanusi, Suparman, Umar pokoknya rekan-rekan Fahmi," ujar Andri.

"Siapa lagi?," tanya hakim.

Belum sempat Andri menjawab, hakim langsung memotong dengan pertanyaan lain. "Setya Novanto? Nazaruddin? pernah?," tanya hakim.

"Tidak," jawab Andri.

Ia pun menjelaskan, tidak ada yang istimewa dalam 'bilik cinta' itu. Di dalam kamar, hanya terdapat spring bed dan kamar mandi kecil. "Tidak ada fasilitas, begitu saja. Kasus spring bed dan wc di dalam. AC tidak ada," kata Andri.

"AC tidak ada? Mau bercinta bagaimana, kepanasan," ujar hakim.

"Ya begitu, enggak tahu, terserah yang penting bayar," timpal Andri.

Usai sidang, kuasa hukum Wahid Husein, Firma Uli Silalahi menyebut "kamar bercinta" itu sudah ada sebelum kliennya menjabat Kepala Lapas Sukamiskin. "Itu sudah ada sebelum klien saya jadi kepala di sana. Dan klien saya juga tidak tahu keberadaan kamar bercinta itu," tandas Firma.


Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR