181205145216-eks-k.jpg

Lucky M. Lukman

Eks Kalapas Sukamiskin Mulai Diadili

Meja Hijau

Rabu, 5 Desember 2018 | 14:50 WIB

Wartawan: Lucky M. Lukman

MANTAN Kepala Lapas Sukamiskin Bandung, Wahid Husein, mulai menjalani sidang dalam kasus dugaan suap pemberian fasilitas di lapas. Sidang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Rabu (5/12/2018).

Selain Wahid, jaksa KPK menghadirkan seorang terdakwa lainnya yaitu Hendry Saputra, staf umum merangkap sopir pribadi Wahid Husein. Persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Daryanto.

Dalam dakwaannya, JPU KPK, Trimulyono Hendradi menjelaskan Wahid Husein telah memperkaya diri sendiri dari beberapa narapidana sejak Maret sampai dengan Juli 2018 yang dibantu oleh anak buahnya Hendry Saputra.

"Selaku Kepala Lapas, menerima hadiah sejumlah barang dan uang dari warga binaan Fahmi Darmawansyah, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan dan Fuad Amin Imron untuk mendapatkan fasilitas mewah dalam lapas dan penyalahgunaan dalam pemberian izin keluar dari lapas," tutur Trimulyo.

Tindakan itu, ujar jaksa, bertentangan dengan Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Menurut jaksa, praktik suap tercium saat Wahid menjabat sebagai Kalapas baru di Lapas Sukamiskin. Warga lapas meminta Wahid Husein jangan memberlakukan penjagaan terlalu ketat.

"Mereka memohon agar Kalapas dapat memberikan kemudahan bagi napi Tipikor untuk izin keluar lapas baik itu Izin Luar Biasa (ILB) ataupun izin berobat dan kemudian permohonan itu diakomodir terdakwa," papar jaksa.

Wahid juga disebut telah melakukan pembiaran terhadap narapidana yang memiliki fasilitas mewah dalam sel dan menggunakan handphone. Wahid melalui anak buahnya, Hendry menerima hadiah berupa barang dan uang dari Fahmi Darmawansyah dan Tubagus Chaeri Wardhana serta Fuad Amon Imron senilai miliaran rupiah.

Wahid didakwa dengan pasal 12 huruf b Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo pasal 65 ayat 1 KUHP. Dan pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan jo pasal 65 ayat 1 KUHP. Wahid dan Hendry terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR