181114192616-penyu.jpg

Asep Awaludin

Puspa Sukrisna alias Ko Asun penyuap mantan Bupati Subang, Imas Aryumningsih dituntutan 3 tahun penjara di Ruang III Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (14/11/2018).

Penyuap Bupati Subang Dituntut 3 Tahun Penjara

Meja Hijau

Rabu, 14 November 2018 | 19:23 WIB

Wartawan: Asep Awaludin

JAKSA Penuntut Umum KPK, Yadyn menuntut Puspa Sukrisna alias Ko Asun penyuap mantan Bupati Subang, Imas Aryumningsih dengan tuntutan 3 tahun penjara. Puspa Sukrisna alias Ko Asun terbukti telah melakukan suap sebesar Rp 1.25 miliar dalam pengurusan izin prinsip lahan pabrik.

Dalam sidang tuntutan yang digelar di Ruang III Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (14/11), jaksa KPK meminta pengusaha besar asal pantura itu bersalah.

"Meminta majelis hakim untuk menyatakan terdakwa Puspa Sukrisna alias Ko Asun bersalah. Untuk itu meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama tiga tahun," ujar Jaksa KPK Yadyn saat membacakan tuntutannya.

Selain tuntutan penjara, terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp 200 juta dengan subsider kurungan penjara selama tiga bulan. Kemudian dalam putusan tersebut juga menyita uang senilai Rp 1.25 miliar yang dititipkan ke rekening penitipan KPK untuk dirampas ke negara.

Yadyn juga dalam tuntutannya mempertimbangkan mengenai hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi. Hal yang meringankan, terdakwa mengakui kesalahannya, telah mengembalikan uang, sopan dalam persidangan dan masih punya tanggungan keluarga.

Jaksa KPK menuntut terdakwa dan terbukti telah melanggar pasal 5 ayat satu (1) huruf a atau pasal 13 undang-undang tindak pidana korupsi, junto pasal 55 dan pasal 64 KUHP.

Dalam amar tuntutan tersebut, jaksa KPK menyebutkan Puspa Sukrisna alias Ko Asun telah menyuap bupati Subang saat itu Imas Ariyumningsih.  

Dalam sidang Muhammad Razad, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Yadyn menyatakan terdakwa melakukan, menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa hingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut memberi sesuatu.

"Yakni berupa uang seluruhnya sejumlah Rp.1.25 miliar kepada penyelenggara negara," katanya.

Uang sebesar itu diberikan kepada Imas Aryumningsih (tervonis 6,5 tahun), Asep Santika (tervonis 5 tahun), dan Darta (tervonis 5 tahun) melalui Miftahudin yang telah divonis dua tahun dalam berkas tuntutan terpisah.

Yadyn menyebutkan, uang senilai Rp 1, 2 miliar tersebut digelontorkan dengan rincian kepada Asep Santika Rp 40 juta, Darta Rp 824 juta, kemudian kepada Imas Aryumningsih senilai Rp 300 juta, fasilitas kampanye, dan uang tunai  Rp 110 juta.

Padahal patut diduga uang tersebut ada hubungannya dengan jabatan mereka sebagai penyelenggara negara, yakni untuk meloloskan atau mengeluarkan izin prinsip dan izin lokasi PT Alfa Sentra Property di Kabupaten Subang.

Usai pembacaan tuntutan, kuasa hukum dan terdakwa meminta waktu dua minggu untuk mengajukan pembelaan. Namun karena jaksa KPK ada sidang ditempat lain akhirnya hakim mengundur sidang hingga Jumat (23/11) mendatang.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR