181012194947-penju.jpg

Penjual Sabu Dituntut 4 Tahun Penjara

Meja Hijau

Jumat, 12 Oktober 2018 | 19:44 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

ZENY Tuanaya alias Zeto (25), terdakwa yang diduga menjual narkotika golongan satu bukan tanaman jenis bubuk sabu dituntut empat tahun penjara oleh jaksa penuntut umum Kejari Ambon, Ingrid Louhenapessy.

"Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 112 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," kata jaksa di Ambon, Jumat (12/10/2018).

Baca Juga: 12 Tempat Hiburan di Kota Bandung Disisir, 5 Pengunjung Positif Narkoba

Tuntutan jaksa disampaikan dalam persidangan dipimpin ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, Jenny Tulak dan didampingi Amaye Yambeyabdi serta Hamzah Kailul selaku hakim anggota.

Zeto dinyatakan terbukti bersalah karena tanpa hak dan melawan hukum telah memiliki, menyimpan, membawa, atau menguasai narkotik golongan satu bukan tanaman jenis sabu-sabu.

Baca Juga: Lewat Lagu, Trio Kozano Kampanyekan Narkoba

Selain dituntut empat tahun penjara, jaksa juga meminta majelis hakim menghukum terdakwa membayar denda sebesar Rp800 juta subsider tiga bulan kurungan.

Yang memberatkan terdakwa dituntut penjara dan membayar denda karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba, sedangkan yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dihukum.

Baca Juga: KBB Jadi Contoh Pemberantasan dan Pencegahan Narkoba

Menurut jaksa, terdakwa Zeto ditangkap polisi pada tanggal 23 Mei 2018 lalu sekitar pukul 17.00 WIT pada sebuah restoran di kawasan Lateri, Kecamatan Baguala (Kota Ambon).

"Terdakwa sendiri berdomisili pada salah satu desa di Kecamatan Haruru, Kabupaten Maluku Tengah, dan kedatangannya di Pulau Ambon membawa sabu-sabu kepada seseorang yang sudah menunggu di restoran Lateri, namun kehadirananya sudah ditunggu aparat kepolisian dari Satresnarkoba Polres Ambon dan PP Lease," tutur jaksa.

Baca Juga: Bakamla RI Tangkap Kapal Ikan Asing Yang Juga Bawa Narkoba di TL. Aru

Majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan penasihat hukum terdakwa, Dessy Halauw atas tuntutan jaksa.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR