180809130035-jaksa.jpg

Lucky M. Lukman

Jaksa Tolak Pembelaan Terdakwa Penganiaya Komandan Brigade Persis

Meja Hijau

Kamis, 9 Agustus 2018 | 13:00 WIB

Wartawan: Lucky M. Lukman

JAKSA Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bandung menolak seluruh pleidoi atau pembelaan yang disampaikan Asep Maftuh, terdakwa penganiaya Komandan Brigade Persis, Ustaz Prawoto. Jaksa tetap pada tuntutannya yaitu meminta hakim menghukum terdakwa dengan hukuman 6,5 tahun penjara.

JPU Edi mengungkapkan hal itu dalam sidang dengan agenda pembacaan replik (bukan agenda vonis seperti berita sebelumnya, red), di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jln. L. L. R. E Martadinata, Kota Bandung, Kamis (9/8/2018). Edi meminta Majelis Hakim untuk melanjutkan pokok perkara ke tahap putusan.

“Dengan memperhatikan materi pokok pembacaan pembelaan yang diajukan penasehat hukum terdakwa, intinya kami menolak semua itu. Kami tetap pada tuntutan, " ujar Edi kepada wartawan usai sidang.

Pada sidang beberapa waktu lalu, JPU menuntut Asep Maftuh dengan hukuman 6,5 tahun penjara. JPU menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia sebagaimana diatur dalam dakwaan kedua pasal 351 ayat 3 KUHP.

Seperti diketahui, Asep Maftuh pada Kamis, 1 Februari 2018 pukul 07.00 WIB dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dengan cara memukul kepala dan tubuh korban menggunakan pipa besi. Peristiwa itu terjadi di Blok Sawah, Kel. Cigondewah, Kec. Bandung Kulon, Kota Bandung.

Pemukulan dipicu marahnya terdakwa kepada korban yang mengurus tanah tempatnya tinggal. Terdakwa merasa tidak terima dengan sikap korban. Terdakwa melempari rumah korban dengan tanah kemudian ditegur oleh korban.

Tak terima ditegur, terdakwa yang sudah membawa batang pipa besi langsung memukulkannya ke dinding rumah korban. Melihat itu, korban langsung keluar dan lari. Namun langsung dikejar oleh terdakwa sambil membawa pipa besi.

Korban kemudian jatuh di pinggir warung dengan posisi terduduk menyandar tembok. Terdakwa langsung menghantamkan pipa besi ke kepala dan wajah korban namun sempat ditangkis.

Terdakwa terus memukul ke arah kening dan kepala korban sehingga mengalami luka sobek dan terbuka di beberapa bagian, termasuk tangan kanan. Sempat dilarikan ke rumah sakit, korban mengembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 16.00 WIB.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR