180808142027-naman.jpg

Lucky M. Lukman

Namanya Disebut di Sidang, Jaksa KPK akan Panggil Anak Mantan Bupati Subang

Meja Hijau

Rabu, 8 Agustus 2018 | 14:20 WIB

Wartawan: Lucky M. Lukman

SIDANG dugaan suap pengurusan izin lokasi dan izin prinsip di Kab. Subang menguak fakta baru. Dalam sidang dengan terdakwa mantan Kabid Perizinan DPMPTSP Subang, Asep Santika, muncul nama baru yang diduga ikut terlibat dalam pengurusan izin.

Nama dimaksud yaitu dr. Arya Natasusanda, anak dari Bupati Subang nonaktif, Imas Aryumningsih. Nama Arya keluar dari mulut Bendahara Sekretariat Daerah Subang, Handri, saat dihadirkan sebagai saksi pada sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L. L. R. E Martadinata, Kota Bandung, Rabu (8/8/2018).

Pernyataan Handri kemudian diperdalam oleh penasehat hukum terdakwa Asep, Saim Aksinuddin. Saat diberi kesempatan bertanya, Saim menjelaskan lagi posisi dr. Arya. Asep pun menjawab pernah melihat dr. Arya di rumah dinas bupati dan ikut membahas soal perizinan. "Apakah dr. Arya ini orang perizinan?" tanya Saim.

Handri pun menjawab bukan. Menurutnya, dr. Arya tidak bertugas di dinas perizinan melainkan di rumah sakit.  

"Benar anaknya bu Imas (Aryumnigsih). Tidak tahu perannya apa. Dia bukan orang perizinan, kerjanya di rumah sakit," jelas Handri.

Sementara itu, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yadyn menyatakan, pihaknya akan memanggil dr. Arya setelah namanya disebut-sebut dalam persidangan.

"Insya Allah akan kami periksa," ujar Yadyn usai sidang.

Ia menambahkan, penyebutan nama dr. Arya akan ditindaklanjuti. Jaksa akan melihat kembali mengenai saksi-saksi yang ada di dalam maupun di luar Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Namun secara prinsip, jaksa akan memprosesnya lebih lanjut.

"Prinsipnya tentu akan kita proses. Tapi kan belum bisa kita sampaikan perannya seperti apa. Kita lihat fakta sidangnya saja bagaimana. Tapi Insyaallah akan dihadirkan sebagai saksi," terangnya.

Secara terpisah, penasehat hukum terdakwa Asep Santik, Saim Aksinuddin menuturkan, dari telaah yang dilakukan terhadap BAP kliennya maupun BAP terdakwa lain (Imas Aryumningsih dan Darta) serta saksi-saksi, nama Arya memang disebut-sebut. Arya, kata Saim, disebut pernah terlihat dan ikut di dalam pertemuan yang digelar di rumah dinas bupati.

"Anehnya di berkas dakwaan nama Arya itu jadi tidak ada, hilang. Ini jadi pertanyaan kami," ujar Saim.

Saat diinfokan soal rencana jaksa memanggil dr. Arya pada sidang berikutnya, Saim menyambut baik. Menurut dia, itu memang sudah menjadi kewenangan dari jaksa agar kasus terang benderang.

"Disebutkan dr. Arya ada dalam pertemuan dan membahas izin, itu sangat sensitif. Kami bersyukur kalau memang jaksa akan menghadirkan dr. Arya dalam persidangan," tandas Saim.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR