180806141033-bunuh.jpg

Bunuh Adik Kandung Lantaran Sakit Hati, Hukuman Seumur Hidup Menanti

Meja Hijau

Senin, 6 Agustus 2018 | 14:10 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

PELAKU pembunuhan terhadap Zulas Mawi (20) warga Bengkalis, Riau, berinisial MA (25) terancam hukuman seumur hidup.

"Tersangka MA dikenai Pasal 351 Ayat (4) juncto Pasal 338 jo. Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun," kata Wakapolres Bengkalis Kompol Ade Zamrah di Bengkalis, Senin (6/8/2018).

Baca Juga: Polres Sumedang Tangkap Pembunuh Sopir Taksi Online

Menurut dia, motif tersangka MA melakukan pembunuhan itu karena merasa sakit hati dan dendam terhadap korban. Pasalnya, korban melakukan pemukulan terhadap adik kandung pelaku saat acara organ tunggal pada acara pernikahan.

Keterlibatan pelaku lainnya berinisial AA (30) yang membantu meyembunyikan tersangka, kata dia, pihaknya melepaskan yang bersangkutan karena masih ada ikatan keluarga.

"Sesuai dengan Pasal 221 Ayat (2), AA tidak terbukti terlibat karena masih satu darahb dengan tersangka," ujar Wakapolres.

Baca Juga: Seorang Pria Ditemukan Tewas dengan Empat Tusukan di Tambora

Pelaku lainnya, RA (20), belum ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan keterlibatannya karena saat kejadian RA diminta untuk mengantar MA menggunakan sepeda motor menemui korban.

"Keterlibatan RA masih didalami atas keterkaitannya dalam kasus ini," ujarnya.

barang bukti yang diamankan berupa satu unit sepeda motor, sebilah pisau warna putih sepanjang 25 cm, dan satu baju kaus lengan pendek bernomor punggung 6.

Seperti diberitakan sebelumnya, Zulas Mawi tewas ditikam MA diteras sebuah rumah, Jalan Kelapapati Laut, Gang Senyum, Desa Kelalapapati, Kecamatan Bengkalis, Senin (16-7-2018) sekitar pukul 22.30 WIB.

Korban meninggal di RSUD Bengkalis akibat mengalami tusukan di bagian dada sebelah kiri.

Setelah kejadian, polisi melakukan pengejaran, kemudian mengamankan pelaku pada hari Jumat (3-8-2018) di rumah saudaranya, Desa Bantan Air Kecamatan Bantan.

Sumber: ANTARA

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR