Sidang Mediasi Kasus Anak Gugat Ibu Kandung Terus Berlanjut

Dok

Mak Cicih didampingi penasehat hukum.

BELUM ADA TITIK TEMU

Sidang Mediasi Kasus Anak Gugat Ibu Kandung Terus Berlanjut

Meja Hijau

Selasa, 20 Maret 2018 | 12:34 WIB

Wartawan: Adi Permana

SIDANG mediasi gugatan ganti rugi warisan anak kepada ibu kandung kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Bandung. Sidang kelima itu digelar lantaran hasil musyawarah secara kekeluargaan dianggap tidak menemukan titik temu dalam gugatan ganti rugi Rp 1,6 miliar.

Seperti diketahui, Mak Cicih (78) tahun, digugat oleh empat orang anaknya yaitu Ai Sukawati, Dede Rohayati, Aji Rusbandi, dan Ai Komariah. Mereka menggugat sebab Mak Cicih telah menjual harta warisan tanpa sepengetahuan empat anaknya itu.

Ditemui sebelum sidang, Penasehat hukum empat penggugat, Tina Yulianti Gunawan menjelaskan, pada pertemuan ke lima ini, pihaknya bersepakat menggunakan saran dari mediator.

"Menunggu kelengkapan para pihak, sekarang juga belum datang. sekarang masih membahas hasil rapat keluarga itu, belum ada titik temu," ujar Tina di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bandung jalan LLRE Martadinata Kota Bandung, Selasa (20/3/2018).

Menurutnya, hasil mediasi internal keluarga, tidak menemukan solusi terbaik. Dari pihak penggugat pun, lanjut Tina, tidak memundurkan niatnya membatalkan tuntutan kepada tergugat. Bahkan, pihaknya berharap proses persidangan ini berjalan tanpa pertentangan.

"Kalau kita menghargai Undang - undang, saran mediator. Harusnya segera disidangkan supaya gak bertele tele," katanya.

Meski berjalan alot, Tina memastikan antara ke empat anak dengan ibu kandungnya yaitu ibu Cicih, tidak ada gesekan konflik. "Selama ini berjalan baik - baik aja, kalau kita gak bisa memaksakan, apalgi harus deadlock. Yang utamanya itu kan di Undang - undang," katanya.

Tina menambahkan, upaya peradilan menjadi jalan terakhir untuk menuntaskan masalah tersebut. Oleh karenanya, keringanan mediator memberikan ruang mediasi akan dimanfaatkan dengan baik.

"Udah sulit, tapi mediator memberikan kesempatan. Tapi kita menggunakan kesempatan yang diberikan mediator. Udah sulit kalau tetap mengutamakan hasil rapat keluarga, ya kita ikuti aja upaya mediator," katanya.

Mak Cicih sendiri telah menjual sebagian lahan yang diwariskan oleh almarhum suaminya S Udin kepada anak-anaknya seluas 84 meter persegi di Jalan Embah Jaksa, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Ai Sukawati dan ketiga saudaranya sebagai ahli waris mengaku tak mengetahui ihwal penjualan lahan. Belakangan baru diketahui bahwa lahan yang sebelumnya disewakan itu telah dijual pada tahun 2016.

Salah satu penggugat, Aji Subandi mengatakan, sidang mediasi kembali dilanjutkan karena tidak ada kesepakatan saat musyawarah keluarga. Sehingga dirinya berharap persoalan ini bisa diselesaikan melalui mediator. "Kita sidang lagi, mediasi lagi," katanya singkat sebelum sidang.

Cicih digugat perdata berdasarkan pasal 1365 jo pasal 584 jo pasal 2 Undang Undang Nomor 51PRP/1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya jo pasal 1471 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR