SSB Dupfoc Ajarkan Respec pada Siswa

Maung Ngora

Kamis, 7 November 2019 | 16:51 WIB

191107165218-ssb-d.jpg

Ferdy Soegito Putra

MEMILIKI visi untuk memajukan sepak bola Nasional, Sekolah Sepak Bola (SSB) Dua Putra Football Club (DUPFOC) ajarkan para pemain usia dini untuk lebih 'Respect' kepada sesama teman, pelatih maupun lawan.

Bagi SSB DUPFOC, respect memiliki arti yang sangat luas sehingga Respect telah dijadikan salah satu kurikulum ajaran yang di dalamnya meliputi Responsible, Sportive dan Education.

"Dalam pembinaan usia dini, SSB DUPFOC lebih konsen terhadap pembangunan karakter, sesuai dengan slogan kami 'Respect' yang memiliki arti luas," kata Pelatih SSB DUPFOC, Andi Yong, saat dijumpai di Lapangan Pusdikijas, Jalan Baros, Kota Cimahi, Kamis (7/11/2019)

Ayong menilai pada pembinaan usia dini, pihaknya tidak menekankan seorang anak untuk menjadi juara. Mengingat pembinaan usia dini merupakan awal pembentukan seorang pemain agar memiliki pondasi yang kuat.

Sehingga tidak hanya bisa diterapkan di lapangan hijau saja, namun juga dalam kehidupan sehari-hari."Pembinaan usia dini merupuakan usia perkembangan, dimana pondasi seorang pemain mulai dibentuk, tidak hanya teknik dasar dan skill saja tapi juga karakter. Jadi perlu ditekankan bahwa usia dini bukan untuk juara tapi bagaimana kita melihat perkembangan pemain untuk menghadapi tantangan kedepan," tegasnya.

Diluar itu, Ayong mengatakan jika SSB DUPFOC sudah menerapkan Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filenesia) yang merupakan karakter dari permainan Indonesia. Hal tersebut telah didukung dengan para pelatih yang rata-rata sudah memiliki lisensi kepelatihan.

"Kita mendirikan sesuai Filenesia karena Filenesia sudah menjadi acuan bagi semua SSB sehingga semua sudah merata," katanya.

Hal senada dikatakan Manager SSB DUPFOC, Fajar. Ia berharap dengan kurikukum yang diterapkan bisa meningkatkan kepercayaan diri para pemain untuk tampil di lapangan, dimana, pembinaan usia dini dinilai sebagai jembatan emas bagi kemajuan sepak bola maupun seorang anak.

"Pembinaan adalah proses, butuh waktu yang tidak sebentar maka hal tersebut perlu dimulai dari kepercayaan diri seorang anak yang insyaallah kita bentuk melalui program dan kurikulum yang ada," katanya.

Ia pun mengaku telah ikut memberikan pemahaman, khususnya kepada orangtua mengingat masih banyak yang menilai bahwa ukuran keberhasilan pembinaan dilihat dari seberapa banyak trophy yang didapat.

"Sebetulnya untuk pembinaan bukan hanya pada anak, kita ada sedikit pembinaan untuk orang tua juga karena stigma yang berada bahwasekarang diukur prestasi piala dan piagam tapi pembinaan disini tidak bisa diukur seperti itu ada fasenya sementara yang beredar di orangtua tolak ukurnya itu," katanya

Maka dari itu ia yakin, meski SSB DUPFOC baru terbentuk pada tahun 2019. SSB DUPFOC bisa menjadi warna baru bagi dunia pembinaan baik di Jawa Barat maupun di Kota Cimahi.

Diketahui sebenarnya DUPFOC telah didirikan tahun 1999, namun kini mereka hadir dengan wajah-wajah baru, serta managemen yang lebih professional demi menunjang pembinaan sepak bola di Kota Cimahi.

DUPFOC merupakan anggota Askot Kota Cimahi yang masuk dalam divisi utama. Adapun waktu latihan SSB DUPFOC dilakukan selama 2-3 kali dalam satu minggu. Mereka pun melengkapi program pembinaan dengan uji tanding di setiap bulannya.

"Untuk latihan kita dua sampai tiga kali dalam satu minggu, dan kita pun melengkapi dengan uji tanding maupin uji latihan. Bahkan pada hari Minggu nanti kita akan melakukan latihan bersama SSB asal Jakarta sebagai sharing ilmu bagi anak-anak," tandasnya

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA