Si Kembar Ini Berharap Kedepan seperti Pemain Favoritnya

Maung Ngora

Senin, 7 Oktober 2019 | 20:43 WIB

191007203411-si-ke.jpg

Ferdy Soegito Putra

Muhammad Rasya Radiansyah (kanan), Muhammad Pasya Pirmansyah (kiri).

SAMA-sama mencintai olahraga sepak bola serta klub Persib Bandung, siswa kembar Dynamic Bandung Selection (DBS) Soccer Accademy, Muhammad Rasya Radiansyah dan Muhammad Pasya Pirmansyah mengaku siap menggantikan posisi pemain favoritnya dimasa mendatang.

Sama-sama menekuni sepak bola sejak duduk di bangku sekolah Sekolah Dasar (SD). Kedua pesepak bola ini mengaku memiliki cita-cita untuk menjadi pemain professional. Adapun pemain yang telah menginspirasi mereka adalah Ardi Idrus dan Abdul Aziz.

"Awal mula suka sepak bola karena sering nonton. Dan saya suka menonton penampilan Sergio Ramos dan Ardi Idrus di Persib, selain lincah skillnya juga bagus," kata Rasya usai menjalaninlatihan di Lapangan Sepak Bola, KOARMAT AU, Kota Bandung, Senin (7/10/2019).

Sama-sama berposisi sebagai pemain belakang, Rasya tidak hanya memiliki kemampuan menghadang lawan yang baik namun juga skill mengumpan yang akurat. Maka tidak heran di beberapa kejuaraan kelompok usia, ia kerap membawa timnya menjadi juara.

"Rasya main di posisi belakang, memang dari awal senang main di posisi belakang," katanya.

Berbeda dengan Pasya, ia mengaku lebih senang bermain sebagai play maker. Menurutnya bermain sebagai play maker merupakan sebuah tantangan karena ia perlu melihat kondisi tim dan posisi rekan-rekannya di lapangan.

"Aku lebih senang jadi play maker, karena selain berbas bergerak, juga menentukan bagi tim karena harus melihat posisi teman," katanya.

Maka pemilihan pemain favorit pun turut berbeda dengan saudara kembarnya, Rasya, yakni Paul Pogba serta Abdul Aziz. Ia menilai kedua pemain tersebut memiliki ketegasan dalam melakukan tindakan.

"Selain cerdas mereka tegas dan, tidak ragu ketika mengambil keputusan. Misalnya waktu mengumpan atau menembak bola,"katanya.

Dalam menjalani karir sebagai pemain sepak bola, sejauh ini mereka telah didukung oleh kedua orang tuanya. Bahlan kedua orang tuanya selalu mendampingi ketika mereka mengikuti kompetisi atau latihan.

"Sekolah kan full day sampai jam 3, selama ini ayah dan ibu yang mengatur kapan jadwal latihan, belajar dan ikut kompetisi. Dari awal mereka mendukung, jadi sampai sekarang ga ada kendala," katanya.

Mereka berharap dari hasil latihannya selama ini bisa mengantar mereka untuk menjadi pemain professional. "Mudah-mudahan kedepan bisa menjadi pemain Persib. Yang pasti perlu latihan yang keras tekun dan rajin," pungkasnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA