Ini Cara SSB Alexis Bentuk Pemain

Maung Ngora

Selasa, 17 September 2019 | 18:27 WIB

190917174748-ini-c.jpg

Ferdy Soegito Putra

SEKOLAH Sepak Bola (SSB) Alexis membentuk para pemain melalui pola latihan dasar serta kerjasama di lapangan. Hal ini disampaikan oleh Pelatih SSB Alexis KU-10, Ar ar Wildani di Lapangan Caringin, Margajaya, Selasa (17/9/2019)

Ar menilai pada usia gresroot, seorang anak (pemain) tidak tidak diwajibkan memiliki skill serta teknik yang tinggi, pasalnya teknik dan skill yang tinggi akan diperoleh melalui pengembangan seorang anak usai menjalani latihan.

Menurutnya, yang perlu dibentuk dari seorang pemain (usia dini) yakni rasa percaya diri untuk tampil kelapangan. Tujuannya agar mereka bisa bersaing pada saat memasuki usia matang.

"Mengenai ptogram pembinaan, kita dimulai dari usia dini, dari gresroot. Dimana untuk materi latihannya sendiri mulai dari teknik dasar, bagaimana cara membawa bola dengan baik, passing yang baik hingga menendang. Tujuannya agar mereka memiliki bekal dasar," kata Ar.

Setelah memberikan bekal dasar serta rasa percaya diri untuk terjun ke lapangan, para pemain dibekali materi mengenai kerjasama tim. Harapannya, dengan kerjasama yang baik, seorang anak bisa belajar sosialisasi. Ditambah, dalam permainan sepak bola, bukan permainan individu, melainkan tim.

"Kita mengajarkan anak kerjasama, tujuannya agar sosialisasi sesama pemain bisa ikut terbentuk. Dari sini saja banyak hal yang didapat, mulai dari saling menghargai antara sesama kawan mauoun lawan," jelasnya.

Ar mengatakan dasar dari olahraga adalah sportifitas dan hal tersebut perlu dibangun sejak para pemain usia dini terjun ke lapangan. "Dengan sportifitas anak akan belajar dari kekalahan, apa saja kekurangan dia, dan apa yang harus dilakukan ketika mereka kalah, misalnya dengan latihan yang lebih giat," ujarnya.

Membahas mengenai pembinaan khususnya di wilayah Bandung Raya, ia menilai bahwa semua SSB sudah merata. Apa lagi semua SSB wajib menerapkan Filenesia (Filosofi Sepak Bola Indonesia) yang menjadi karakter permainan sepak bola Indonesia.

"Semua sama sekarang, bahkan lebih merata. Bisa dilihat untuk pembinaan usia dini sekarang tidak lagi di dominasi oleh SSB tertentu karena pemberian materinya sama. Dan semua wajib mengajarkan serta menerapkan Filenesia," katanya.

Terbukti di beberapa event terakhir, SSB Alexis telah berhasil mendapat gelar juara di kejuaraan KU 10 Grasroot Play Group 2009 dan juara 3 Piala Wakil Gubernur Kang Uu pada bulan Agustus lalu.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA