Yana Mulyana: Pembinaan Olahraga Harus Terapkan Sport Science

Maung Ngora

Jumat, 13 September 2019 | 17:16 WIB

190913171823-yana-.jpg

Rio Ryzki Batee

WAKIL Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap pembinaan olahraga usia dini memanfaatkan “sport science”. Hal tersebut, dalam rangka melahirkan atlet berprestasi di masa depan.

Ia mencontohkan di era sepak bola modern ini, sejumlah klub-klub di dunia tidak hanya melibatkan pelatih fisik, ahli gizi, dan pelatih kebugaran saja. Tapi sudah melibatkan psikolog dan memanfaatkan sport science.

"Pola pelatihan yang diterapkan sangat terukur, sehingga bisa mengetahui pasti pemain yang diturunkan dalam menerapkan strategi tertentu," ungkapnya saat membuka Coaching Clinic Tingkat Sekolah Dasar (U8- U12) Grassroot Asosiasi Kota PSSI Bandung di Gedung SDN Banjarsari, Jln. Merdeka, Kota Bandung, Jumat (13/9).

Pada Coaching Clinic Tingkat Sekolah tersebut, Mantan pemain Persib, Gilang Angga menjadi Head Coaching Clinic.

Menurutnya "sport science" dapat diterapkan dalam pelatihan dan pembinaan usia dini. Dengan demikian, pesepakbola akan semakin berkembang sesuai dengan usianya.

"Anak-anak usia di bawah 13 tahun misalnya tidak boleh terlalu sering diajarkan menyundul. Ini berkaitan dengan perkembangan otak dan juga organ penting lainnya," katanya.

Diakuinya bahwa prestasi olahraga di usia emas sangat tergantung kepada pola pembinaan dan pelatihan sejak dini. Dimana peran pelatih di tingkat dasar memiliki pengaruh besar dalam menunjang kesuksesan atlet di masa depan.

Selain itu, Yana juga meminta para peserta coaching clinik di tingkat Grassroot tersebut untuk membina mental anak-anaknya.

"Sehingga anak-anak tidak emosional ketika mendapat teguran wasit, tidak mudah meradang ketika dihadang lawan, dan mau menerima kekalahan sebagai modal meraih kemenangan di pertandingan lain," tambahnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA