Persib Susah Payah Tundukan PSIS 1-0

Maung Ngora

Jumat, 23 Agustus 2019 | 13:05 WIB

190823130725-susah.jpg

Sutanto

PERSIB U-20 akhirnya mengakhiri catatan kekalahan mereka. Berlaga di Stadion Siliwangi, Jalan Lombok, Kota Bandung, Jumat (23/8/2019), Persib U-20 menang tipis atas tamunya PSIS U-20 1-0 pada pertandingan lanjutan Grup B Elite Pro Academy Liga 1 U-20.

Gol kemenangan tim berjuluk Maung Ngora di pertandingan ini diciptakan oleh Wandi saat pertandingan berlangsung tujuh menit. Pemain asal Cirebon mampu mengeksekusi bola kiriman Ilham Qolba menjadi gol. Ini pun menjadi gol perdana bagi pemain yang akrab disapa Babon bagi Persib U-20 tahun ini.

Berkat kemenangan ini, Persib U-20 menambah poinnya di klasemen sementara menjadi 10. Persib U-20 masih berusaha untuk lolos ke babak delapan besar dengan mengamankan posisi ketiga terbaik.

Asisten pelatih Persib U-20, Arief Gustara mengapresiasi hasil sekaligus penampilan penggawa Maung Ngora sehingga bisa meraih kemenangan di laga ini. Menurutnya, seluruh pemain telah tampil baik dengan terus bekerja keras selama 90 menit.

Namun demikian, Arief mengingatkan para pemain jangan terlena dengan kemenangan ini. Sebab, kata dia, masih ada dua pertandingan sisa yang harus diperjuangkan untuk meraih kemenangan sehingga bisa menjaga harapan untuk melenggang.

"Tentu ini hasil bagus. Pemain sudah bekerja keras. Tapi, kami harus fokus untuk dua pertandingan sisa. Kami harus terus berjuang mengamankan poin penuh," jelas Arief.

Arief mengatakan sejumlah pemain yang menjalani permainan pertamanya pada laga tersebut, dinilai cukup baik. Disebutkan, pada pertandingan ini ada beberapa pemain yang menjalani debutnya termasuk Wandi yang baru pertama kali main sebagai starter.

"Ada Rifky Dickatama atau Altalariq yang menjalani debutnya. Mereka memiliki kemampuan dan tampil baik. Bahkan ini jadi hal positif bagi tim, kompetisi antar pemain bisa membangkitkan kemampuan individu," jelasnya.

Pelatih PSIS U-20, Muhammad Ridwan tetap mengapresiasi pemainnya walaupun di laga ini, timnya menelan kekalahan. Mantan pemain Persib, mengaku bangga dengan penampilan anak didiknya yang bermain dengan penuh determinasi.

"Mereka bertarung seperti laki-laki. Mereka jatuh, tapi bangun lagi. Bermain dengan karakter pekerja keras," tegasnya.

Kemenangan Persib di laga ini didapat dengan susah payah. Bahkan, selama laga berlangsung Maung Ngora sebenarnya tidak lebih dominan dari tim tamu.

Gebrakan di awal pertandingan menjadi langkah penting, Persib meraih poin penuh. Pressure ketat dilakukan Ilham Qolba cs kepada siapapun pemain PSIS yang memegang bola. Kemudian, ketika bola didapat, serangan ke sayap menjadi pilihan. Wandi yang menjadi starter dan ditempatkan di sayap kiri selalu melakukan gerakan individu yang efektif dengan menembus bek lawan.

Beberapa kali umpan ia kirimkan, tetapi selalu dipatahkan lawan. Di sayap kanan, Ilham Qolba yang berperan penuh. Sedangkan, satu penyerang menjadi tempat Julius Josel untuk menggebrak.

Pressure di menit-menit awal akhirnya membuahkan hasil di menit ke tujuh. Ilham Qolba menyodorkan bola terobosan, tetapi gagal didapat Julius Josel. Ternyata, Wandi berlari dari belakang dan luput dari penjagaan. Tanpa mengontrol bola lebih dulu, pemain yang akrab disapa Babon melepaskan tendangan dan gol. Persib unggul 1-0.

Keunggulan satu gol dari tim tamu, malah membuat Persib mengendur. Sebaliknya, PSIS yang dibesut mantan pemain Persib, Muhammad Ridwan bermain dominan. Bahkan, mereka bermain percaya diri dengan memainkan bola-bola pendek. Dari lini ke lini dalam kedisiplinan dna kesolidan yang kuat. Sementara Persib hanya bertahan dan berusaha memaksimalkan efektivitas menyerang melalui serangan balik.

Babak pertama berakhir, Persib tetap unggul 1-0. Sejumlah peluang PSIS mampu digagalkan salahsatunya melalui aksi penyelamatan penjaga gawang Persib, M Azzam di menit 40 dengan menepis sepakan Yoga Adiatama.

Di babak kedua, pertandingan tak banyak berubah. Persib berusaha mengamankan poin bahkan terus berupaya menambah gol. Tetapi PSIS bermain percaya diri dan terus mengancam. Tak ada tambahan gol, keunggulan Maung Ngora bertahan hingga pertandingan berakhir.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA