Persib U-20 Harus Bangkit

Maung Ngora

Rabu, 21 Agustus 2019 | 16:07 WIB

190821160926-persi.jpg

Sutanto

Para Pemain Persib U-20 pada sesi latihan di Lapangan Lodaya, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Bandung, Rabu (21/8/2019)

PERSIB U-20 harus bangkit untuk menghadapi pertandingan selanjutnya di ajang Elite Pro Academy PSSI Liga 1 U-20. Kekalahan tiga beruntun harus diakhiri. Tim berjuluk Maung Ngora mesti optimistis bisa meraup poin penuh ketika menjamu PSIS Semarang, Jumat (23/8/2019).

Pertandingan rencananya bakal digelar di Stadion Siliwangi, Jalan Lombok, Kota Bandung. Kick-off dimulai pukul 08.00.

Persib U-20 harus bisa meraih poin penuh. Pasalnya, supaya bisa menjaga asa lolos ke fase delapan besar. Memang, walau peluang tipis tetapi dalam sepakbola segala bisa terjadi. Hitung-hitungan di klasemen, sejenak lupakan, fokus pada pertandingan dan yakini bahwa laga Jumat akan berkahir dengan kemenangan.

Asisten pelatih Persib U-20, Iwan Bastian menegaskan tim pelatih tak henti memberi motivasi kepada penggawa Maung Ngora. Menurutnya, motivasi harus terus dialirkan untuk menggugah rasa kepercayaan diri yang khawatir hilang usai kalah dari Persela U-20 awal pekan ini.

"Setelah kalah, memang mentalitas pemain agak menurun. Tapi, itu menjadi hal kurang baik. Sudah saatnya pemain bangkit dan menegakkan kepala, mengepalkan tangan untuk pertandingan selanjutnya," kata Iwan pada sesi latihan di Lapangan Lodaya, Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kota Bandung, Rabu (21/8/2019).

Iwan menjelaskan setelah mentalitas meninggi, kepercayaan diri menguat di setiap pemain. Maka akan berdampak positif pada teknis di lapangan terutama dalam pola permainan yang nanti bakal diperagakan.

Contohnya, kata Iwan, penguasaan bola yang sedang dievaluasi bakal sering lepas ke lawan jika mentalitas pemain menurun dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk menggiring bola maupun melakukan operan.

Dijelaskan, timnya pun terus memperbaiki kualitas penguasaan bola. Sebab, kata dia, salahsatu kunci bisa memenangkan laga nanti adalah dengan bisa menguasai bola sekaligus memiliki visi jelas.

"melawan PSIS, memperbaiki penguasaan bola. Menjaga bola agar tetap berada di tanah dan penguasa pemain, ini yang utama. Kami buat permainan dari belakang, tengah dan diakhiri penyelesaian yang baik, " jelasnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA