Persib U-20 Pulang Dengan Hampa Usai Dikalahkan Madura United 1-2

Maung Ngora

Kamis, 15 Agustus 2019 | 18:42 WIB

190815184407-persi.jpeg

PERSIB U-20 harus pulang dari Madura dengan hasil mengecewakan. Tim berjuluk Maung Ngora menyerah dari tuan rumah Madura United U-20 1-2 pada pertandingan lanjutan Grup B Elite Pro Academy Liga 1 U-20 yang berlangsung di Stadion Gelora Madura, Pamekasan, Kamis (15/8/2019). 
Pada pertandingan yang berlangsung 2x45 menit, Persib U-20 tertinggal lebih dulu setelah Madura United U-20 mampu mencetak gol di menit ke 13 melalui Dian Tri Wiyono. Sekaligus membawa timnya unggul 1-0. 
Tertinggal satu gol, Persib U-20 berusaha membalas. Hasilnya, tiga menit berselang mereka mampu menyamakan skor menjadi 1-1. Gol tercipta setelah pemain Madura united, M.Syafirridoni melakukan gol bunuh diri karena salah mengantisipasi bola yang malah masuk ke gawang timnya. 
Sukses menyamakan skor. Persib U-20 berusaha mencetak gol untuk berbalik unggul. Namun, alih-alih mencetak gol. Gawang Persib U-20 malah kebobolan untuk kedua kali di menit ke 25. Adalah Pemain Madura United U-20 M. Kevy Syahertain sukses menyarangkan bola ke gawang Maung Ngora sekaligus mengubah skor menjadi 2-1. Kedudukan ini berakhir hingga babak pertama usai. 
Setelah istirahat, Persib U-20 menambah daya serangannya. Mereka berusaha mencetak gol penyeimbang. Sejumlah peluang mampu didapat tetapi hingga laga berakhir tak ada tambahan gol tercipta. Persib U-20 harus mengakui keunggulan tuan rumah 1-2.
Dengan begitu, Persib U-20 meraih dua kali hasil kurang memuaskan pada dua laga tandang. Sebelumny, pada pertandingan terakhir putaran pertama, mereka menelan kekalahan dari tuan rumah Barito Putera U-20 dengan skor yang sama 1-2. 
Pelatih Persib U-20, Yadi Mulyadi mengaku kecewa atas kekalahan yang dialami timnya. Namun demikian, Yadi tetap optimistis skuad Maung Ngora mampu lolos dari fase penyisihan grup. 
Dikatakan, timnya  harus bjsa memaksimalkan seluruh pertandingan tersisa dengan meraih hasil positif dengan tidak kehilangan poin. 
“Dengan hasil ini tentu, kami semua kecewa, tapi kami masih ada kesempatan untuk lolos dan pertandingan selanjutnya sudah menjadi harga mati bagi kami untuk meraih hasil maksimal, “ kata Yadi setelah pertandingan. 
Mengenai jalannya pertandingan, Yadi menjelaskan skuat Maung Ngora kembali mampu memperagakan permainan menyerang meski tampil di laga tandang. Skuad Maung Ngora sebenarnya punya peluang memaksa laga di babak pertama berakhir imbang andaikan gol Ilham Qolba tak dianulir wasit.
“Kami punya kesempatan menyamakan kedudukan di babak pertama tapi gol dianulir. Di babak kedua ada sedikit keributan, sangat disayangkan karena ini kompetisi kelompok usia dan wajar kalau pemain terpengaruh atas hal-hal non-teknis seperti ini, “ jelasnya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA