MIN 2 Margasari Juara Milo Football Championship Jawa Barat

Maung Ngora

Minggu, 10 Maret 2019 | 17:48 WIB

190310174949-min-2.jpg

Ferdy Soegito Putra

TIM sepakbola MIN 2 Margasari berhasil menjadi juara Milo Football Championship (MFC) Regional Jawa Barat tahun 2019 usai mengalahkan SDN Karangpawulang di partai final dengan skor tipis 1-0 di Stadion Siliwangi, Jalan Lombok, Kota Bandung, Minggu (10/3/2019)

Setelah berhasil menjuarai kompetisi, beberapa pemain dari MIN 2 Margasari diketahui memiliki kesempatan masuk ke dalam camp di Jakarra dan diberangkatkan ke Cina untuk mewakili Indonesia di World Championship Cup tahun 2019.

Pada saat partai final berlangsung, kedua finalis MFC tahun 2019 ini sebenarnya memiliki kekuatan dan semangat yang sama untuk menjuarai turnamen. Akan tetapi, menjelang berakhirnya pertandingan kelengahan menghampiri SDN Karangpawulang, hingga gol semata wayang Afgan bersarang digawangnya dan merubah kedudukan menjadi (0-1).

Setelah berhasil unggul, Pelatih sepak bola SD Min 2 Margasari, Haris Oscar, mengaku tidak menduga bisa menjuarai MFC tahun 2019. Menurut dia, keunggulan ini dihasilkan berkat kerja keras dan latihan para pemainnya.

"Kita tidak menduga bisa menjadi juara, karena persaingan diawal itu berat sekali, mereka adalah para juara-juara sebelumnya. Tapi dari awal kita berusaha tampil semaksimal mungkin, dan syukur kita bisa menjadi juara," kata Haris

Mengingat akan ada beberapa pemain yang dipilih oleh tim talent scouting MFC 2019 untuk ditarik ke camp di Jakarta, dia berharap 2-3 pemainnya bisa terpilih dan menjadi tim inti pada World Championship Cup tahun 2019.

"Mudah-mudahan ada beberapa pemain kita yang terpilih, saya berharap 3 pemain. Kalau tahun kemarinkan MFC kirimkan 1 kiper kita ke Barcelona, ini jadi ajang dan kesempatan buat anak-anak," ujarnya

Category Marketing Nestle MILO, Anastasia Prabaningtyas, mengaku bahwa ajang ini sudah yang ke empat kalinya diselenggarakan di Kota Bandung. Dan menurutnya ia sangat tertarik dengan taleta-talenta berbakat yang berada di Kota Bandung.

"Jadi dari ajang ini Milo berkomitmen untuk mencari 16 pemain terbaik dari 5 regional, salah satunya di Bandung Jawa Barat. Dan kita akan kirim mereka ke camp untuk diseleksi kembali untuk mewakili Indonesia di China," jelasnya

Dengan animo masuarakat yang sangat tinggi, menurutnya Milo selalu berhasil mememukan talenta pemain terbaik di Kota Bandung. "Berdasarkan sejarah kita selalu menemukan talenta terbaik disini, apa lagi animo masyarakay di Kota Bandung terhadap sepak bola ini sanhat banyak, bisa kita lihat di MFC ini setidaknya ada seribu siswa yang mengikuti seluruh kegiatan MFC tahun 2019," jelasnya

Senada dengan Mantan Pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, ia menyebut bahwa Kota Bandung merupakan gudangnya para pemain bola.

"Buat saya Bandung merupakan gudangnya para pemain bola dan kalau dilihat talenta di sini tidak pernah putus," kata Kurniawan, dalam acara Milo Football Championship (MFC) tahun 2019

Sebagai tim talent scouting tim MFC tahun 2019 ia mengaku sangat mengapresiasi animo masyarakat Kota Bandung yang setiap tahun semakin meningkat. "Saya sudah 4 tahun bergabung dalam tim talet MFC dan saya melihat selain animo yang tinggi kualitas para pemain di Bandung sangat luar biasa peningkatannya, tidak heran tim talent sendiri kadang kesulitan untuk menentukan siapa yang akan kita ambil," tuturnya

Sedangkan Komite Tetap Kompetisi PSSI Kota Bandung, Taufik Rahim, mengatakan jika Askot PSSI Kota Bandung memang t fokus dalam melakukan pembinaan pada usia gressroot. Maka tidak heran jika Kota Bandung kerap menjadi barometer pembinaan sepak bola nasional.

"Askot PSSI Kota Bandung memang fokus melakukan pembinaan usia dini, tidak hanya turnamen rutin. Untuk pembinaan kita juga menggelar sebuah kompetisi bagi SSB atau ke 38 PS kita. Dan kami berterima kasih karena MFC bisa menjadi bagian dalam melakukan pembinaan sepak bola di Kota Bandung diluar kegiatan rutin PSSI," pungkasnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR