180806184759-persi.jpg

sutanto

Persib Janjikan Sepakbola Menyerang di LSI U-19

Maung Ngora

Senin, 6 Agustus 2018 | 18:47 WIB

Wartawan: Sutanto

PERSIB siap memperagakan sepakbola menyerang di Liga 1 U-19 nanti. Pola 4-3-3 menjadi pilihan pelatih, Budiman untuk mendulang gol sebanyak-banyaknya.

Pada perkembangan sepakbola saat ini, pola 4-3-3 tidak usang digunakan. Walaupun, banyak klub mulai asyik dengan menggunakan tiga bek, pola formasi 4-3-3 kerap menjadi pilihan utama bagi tim yang menerapkan filosofi menyerang.

Dengan menempatkan tiga penyerang, dua sebagai wing forward di kanan maupun di kiri, pola 4-3-3 dinilai cocok bagi permainan Persib U-19. Satu syarat penting menggunakan pola ini adalah kecepatan kedua sayap yang biasa digunakan menjadi titik utama penyerangan, dan itu dimiliki oleh skuad Maung Ngora.

Sedangkan satu penyerang didepan, diberi kebebasan untuk mengeksekusi peluang. Meski berperan sebagai mesin pencetak gol, satu penyerang kerap menjadi penyerang palsu yang membuka ruang bagi para gelandang untuk mencetak gol.

Berkaca pada musim sebelumnya, pola tersebut terbilang sukses. Dari sepuluh laga yang dilakoni Persib U-19 di fase grup, hanya sekali menelan kekalahan. Sisanya, anak asuh Budiman mendulang poin penuh di kandang maupun tandang.

Trisula Persib U-19 didepan mampu memainkan perannya dengan sempurna. Wildan, Jeni dan Hafidz merupakan juru gedor Maung Ngora. Apalagi, ketiganya ditopang oleh gelandang serang yang enerjik dan kreatif, Beckham Putra Nugraha. Bahkan Beckham menjadi top skor Persib U-19 musim lalu.

Barangkali, empat pemain didepan tak akan santai menyerang jika tak ada dua gelandang tengah, Asep Saeful Mukmin dan Syafrill Lestaluhu.

Asep walaupun awalnya selalu bermain sebagai gelandang serang, dipoles perannya menjadi gelandang dengan daya jelajah luas. Itu karena di posisi awal terdapat Beckham. Dengan jelajah yang luas, Asep memainkan peran sebagai penyedia bola ketika menyerang lalu siap berdeul dengan lawan ketika bertahan.

Dan Syafrill menjadi gelandang bertahan yang menjadi penyeimbang. Kekuatan bertahan dan menyerang Persib U-19 musim lalu, barangkali terdapat pada sosok asli Tulehu.

Sementara musim ini, Persib U-19 memiliki potensi mengulang kejayaan Liga 1 U-19 edisi pertama. Dengan komposisi pemain yang tidak terlalu berbeda kekuatan Persib U-19 tentu semakin solid.

Di setiap lini, Persib U-19 tidak dirombak habis-habisan. Penambahan pemain hanya dilakukan supaya terjadi persaingan antar pemain yang membuat motivasi latihan berlipat.

Pelatih Persib U-19, Budiman mengatakan timnya tetap konsisten dengan pola 4-3-3. Menurutnya, pola tersebut berhasil membuat lini depan Persib U-19 tajam walau bermain dimanapun.

"Kami cocok dengan pola ini, tinggal anak-anak konsisten dalam menjalankan tugasnya," kata dia.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR