Didepak PSIS, Jafri Sastra Bilang Terima Kasih

Liga Indonesia

Jumat, 9 Agustus 2019 | 11:45 WIB

190809114705-didep.jpg

liga-indonesia.id

Jafri Sastra

KEBERSAMAAN PSIS bersama Jafri Sastra akhirnya kandas setelah satu tahun berjalan, pada Kamis (8/8). Juru taktik kelahiran Payakumbuh harus mengakhiri kiprahnya bersama Hari Nur Yulianto dan kolega di pertandingan ke-26 nya di Shopee Liga 1.

Selama menukangi Laskar Mahesa Jenar sejak 23 Agustus 2018 lalu, Jafri mempersembahkan 12 kemenangan, 4 kali imbang, dan 10 kekalahan dari pekan ke-20 Liga 1 2018 hingga 12 pertandingan musim ini. Prestasi Jafri semakin menurun di Shopee Liga 1 2019.

Di musim lalu, pelatih berusia 54 tahun ini bisa mempersembahkan 8 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 4 kekalahan. Torehan ini membuat PSIS bisa merangkak naik dari papan bawah dan finish di peringkat ke-10 Liga 1 2018.

Namun di tahun ini, klub kebanggaan Panser Biru dan Snex hanya mampu meraih 4 kemenangan, 2 kali imbang, dan 6 kekalahan. Perolehan 14 poin dari 12 pertandingan ini membuat PSIS turun dari posisi lima besar di awal musim ke posisi 11 klasemen sementara hingga Kamis malam kemarin. Hal ini diperparah dengan kekalahan beruntun PSIS di kandang saat menjamu Persib Bandung (0-1), Tira Persikabo (0-2), dan Persipura Jayapura (1-3).

"Bagaimana pun terima kasih kepada manajemen PSIS yang sudah bekerja sama dengan saya di 26 pertandingan. Menjalani 14 pertandingan tahun lalu dan 12 pertandingan tahun ini luar biasa bisa saya lalui bersama PSIS Semarang," kata Jafri Sastra di laman resmi PT LIB.

"Terkait hasil akhir, apa yang kami lihat dan rasakan bukan kehendak kami. Kami hanya bisa berusaha dan hasil akhir ditentukan yang di Atas.Terima kasih Bos Liluk, Bos Yoyok Sukawi dan bos-bos lainnya. Terima kasih sudah bekerja sama secara baik selama ini," lanjutnya.

Jafri pada Kamis pagi dipanggil manajemen sekitar pukul 08.00 WIB untuk memberikan laporan terakhirnya terkait peforma tim. Usai mendapatkan keputusan pemecatan, dirinya menuju Magelang untuk mengemasi barang di rumah dinas yang ditempati di kawasan Metroyudan.

"Saat ini mau mengurus barang dulu di Magelang. Saya baru balik dari Padang pada Rabu (7/8) kemarin. Itu pun setelah saya datang ke kampung halaman dan menghadiri pemakaman kakak saya pada Senin (5/8). Ya, ini konsekuensi sebagai pelatih profesional. Mudah-mudahan dengan pelatih baru PSIS bisa lebih baik lagi," tandas Jafri.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA