Bali United Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

Liga Indonesia

Senin, 17 Juni 2019 | 11:11 WIB

190617111249-bali-.jpg

BALI United memalui PT Bali Bintang Sejahtera resmi tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ini.

Direktur Utama Bali Bintang Sejahtera Yabes Tanuri, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (17/6/2019) mengatakan, dengan menjadi perusahaan terbuka atau go public, banyak pihak dapat mendukung visi dan misi Bali United mencapai kesuksesan baik di sepak bola maupun industri olahraga dan hiburan.

"Tentunya, termasuk didalamnya para suporter yang sekarang bisa memainkan peran aktif yang lebih besar untuk mendukung Bali United mencapai tujuan-tujuannya," ujar Yabes.

Perusahaan dengan kode saham BOLA itu menawarkan 2 miliar lembar saham atau setara 33,33 persen dari modal perseroan.

Adapun harga penawaran saham perdana Rp175 per lembar saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana IPO sekitar Rp350 miliar.

Bali United menunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter)

Dana hasil IPO itu disebut akan digunakan untuk belanja modal seperti pengembangan fasilitas, perekrutan pemain atau pelatih, penyelenggaraan acara, pengembangan akademi dan ekspansi outlet Bali United Store.

Kegiatan utama perseroan saat ini dibagi dalam tiga segmen, mencakup manajemen klub sepak bola profesional, agensi olahraga dan kafe atau restoran.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi berharap, melalui IPO Bali United ini, akan mendorong klub-klub sepakbola lainnya untuk ikut melantai di pasar modal.

"Melalui IPO Bali United, kami berharap akan ada perusahaan sejenis lainnya turut ikut meramaikan pasar modal dan juga persepakbolaan nasional," ujar Inarno.

Berdasarkan pantauan, perdagangan perdana saham BOLA di BEI naik 121 poin atau 69,14 persen menjadi Rp296 per saham dibandingkan harga IPO.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA