Kericuhan Oknum Suporter Warnai Laga Perdana Shopee Liga 1

Liga Indonesia

Rabu, 15 Mei 2019 | 21:40 WIB

190515214209-keric.jpg

Aurelius Balakos (goal.com)

KERICUHAN oknum suporter mewarnai laga pembuka Liga 1 2019, yang mempertemukan PSS Sleman kontra Arema FC. Pertandingan ini dilangsungkan di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5/2019) malam.

Aksi kurang terpuji tersebut terjadi beberapa menit jelang kick-off pertandingan dilaksanakan. Penyebabnya, suporter PSS merasa tersinggung dengan kelakuan yang diperlihatkan pendukung Singo Edan, Aremania.

Alhasil, sempat terjadi beberapa kali pelemparan pecahan keramik dan botol yang dilakukan kedua kubu suporter.

Dikutip dari Goal Indonesia, Rabu malam, aksi tersebut pecah sebanyak empat kali.

Beruntung, kepolisian sigap menghalau kejadian tersebut. Para suporter pun dapat ditenangkan sehingga kick-off kompetisi kasta teratas Tanah Air dapat dilangsungkan.

Setelah situasi kondusif, para pemain PSS dan Arema memasukkan lapangan. Mereka bersalaman dengan perwakilan PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Sayangnya, insiden kericuhan kembali terjadi setelah Arema mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulan Sylvano Comvalius pada menit ke-30. Terdapat cerawat dan petasan yang dinyalakan oleh oknum suporter tersebut yang berada di area tribun VIP Barat, sehingga wasit terpaksa menghentikan pertandingan ketika memasuki menit ke-34. Bukan hanya itu, mereka juga melemparkan petasan, pecahan keramik, botol, ke arah lapangan.

Bahkan, kapten tim Arema, Hamka Hamzah, sampai mencoba untuk menenangkan Aremania yang tampaknya banyak menempati tribun VIP Barat, dengan pengeras suara. Panpel dan pihak Kepolisian pun akhirnya memaksa suporter yang melakukan kericuhan di tribun tersebut untuk keluar dari stadion.

Sementara ini, kedua tim bermain imbang 1-1. Sebelumnya, PSS unggul lebih dulu pada menit kedua melalui gol Brian Ferreira memanfaatkan umpan tendangan sudut. Hingga berita ini diturunkan, pertandingan masih belum dilanjutkan kembali.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR