Regulasi Baru Liga 3 Tahun 2019, Bunuh Karir Pemain Sepakbola Senior

Liga Indonesia

Rabu, 10 April 2019 | 16:27 WIB

190410162904-regul.jpg

Ferdy Soegito Putra

KARIR pemain sepakbola di atas 23 tahun terancam terhenti. Hal tersebut menyusul munculnya keputusan PSSI Pusat yang tidak mengakomodir pemain senior di gelaran Liga 3 tahun 2019 mendatang.

Adapun kepastian tersebut muncul setelah PSSI pusat mengeluarkan surat edaran nomor 01/IV/2019 tentang ketentuan umum Liga 3 tahun 2019. Di dalam surat disebutkan bahwa usia pemain yang boleh berkompetisi pada Liga 3 dimulai dari kelahiran 1 Januari 1997 hingga 1 Januari 2001, tanpa pemain senior.

Mengingat tidak semua pemain sepakbola memiliki kesempatan untuk tampil di Liga 2 dan Liga 1, Pemilik klub Liga 3 Jawa Barat Maung Bandung FC dan Liga 3 Banten Duta FC Banten, Denny Susanto beranggapan bahwa keputusan tersebut dapat mematikan lahan pekerjaan ribuan pemain senior.

Denny pun menuturkan, pada gelaran Liga 3 tahun lalu saja, jumlah peserta Liga bisa mencapai 300 - 400 klub, sehingga, bisa dibayangkan berapa jumlah karir pemain senior yang akan terbunuh jika di dalam 1 klub terdapat 3 pemain di atas usia 23 tahun.

"Mari coba kita hitung secara kasar, bisa dibayangkan jika didalam 1 tim peserta Liga 3 terdapat 3 pemain senior maka secara otomatis PSSI sudah membunuh karir 1.200 pemain, dan itu disebabkan karena keputusan yang tidak becus," katanya saat dijumpai diruang kerjanya, Jalan Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (10/4/2019)

Selain pemain, lanjut dia, yang Ikut menerima dampak serta kerugian dari regulasi tersebut adalah klub. Pasalnya sebelum regulasi muncul rata-rata pemain senior yang dimiliki sudah memegang kontrak dengan durasi yang cukup panjang.

"Yang dirugikan tentu bukan hanya pemain, kami selaku pemilik klub juga dirugikan karena pemain usia 23 tahun keatas yang dikontrak rata-rata berdurasi panjang. Dan kasihan apabila kontrak tersebut diputus begitu saja," ujarnya

Menyinggung peluang pemain untuk masuk ke Liga 2, menurutnya para pemain pun harus menempuh persaingan yang cukup ketat mengingat jumlah peserta yang ada di Liga 2 hanya 23 tim. Sedangkan di Liga 1 hanya 18 tim.

Tambahnya, di Liga 1, para pemain senior juga harus bersaing bersama tiga kuota pemain professional asing baik Asia maipun non-Asia. "Yang beruntung mungkin bisa masuk, tapi bagi yang kalah bersaing mau dikemanakan? Jadi ini perlu dipertimbangkan," katanya.

Ditengah carut-marutnya kepengurusan PSSI saat ini, ia menilaiapa yang dilakukan oleh pemangku kebijakan sepak bola di Indonesia merupakan satu kemunduran dan tidak mempertimbangkan proses pembinaan. Salah satunya dengan tidak memberi ruang kepada pemain usia 23 keatas untuk tampil di Liga 3.

"Sekarang mereka yang berusia 22 tahun keatas tak boleh lagi bermain di Liga 3, PSSI sekarang tidak memberi ruang bagi mereka, ini jelas sebuah kemunduran bagi sepakbola kita, akibatnya ribuan pemain di atas usia 23 tidak boleh dimainkan sebagai pemain prioritas sebanyak tiga pemain di Liga 3," tegasnya

Jika berbicara ideal, Denny mengatakan bahwa era kepengurusan yang sebelumnya sudah cukup realistis. Seperti, kompetisi yang digulirkan PSSI Pusat era Nurdin Halid.

"Sekarang tatanan yang sudah bagus justru dipangkas. apa dengan cara seperti itu akan didapat pemain profesional? paling tidakhanya satu atau dua pemain. Saya yakin ini keputusan yang dibuat oleh pengurus yang bukan ahlinya, ini lah dampak kalau kepengurusan tidak dikelola orang yang bukan berlatar belakang sepakbola," pungkasnya

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR