Nurul Safarid, Wasit Asal Garut Ditangkap Satgas Antimafia Bola

Liga Indonesia

Selasa, 8 Januari 2019 | 19:58 WIB

190108200017-nurul.jpg

Agus Somantri

Nurul Safariq, Kanan

SALAH satu wasit asal Garut, Nurul Safarid, dikabarkan ditangkap Satgas Antimafia Bola karena diduga telah menerima suap pengaturan skor saat memimpin pertandaingan Liga 3 antara Persibara Banjarnegara vs Persekabpas Pasuruan.

Feri Permana, salah seorang wasit yang juga anggota Komite Wasit Garut, membenarkan adanya penangkapan terhadap Nurul tersebut. Namun demikian, ia mengaku belum tahu pasti terkait kronologis dilakukannnya penangkapan.  

"Saya benar-benar kaget saat mendapat kabar Nurul ditangkap. Tahu infonya juga dari media sosial," ujarnya saat dihubungi, Selasa (8/1/2019).

Menurut Feri, sepengetahuan dirinya Nurul memang pernah memimpin laga di Liga 3. Namun begitu, dirinya tidak mengetahui apakah penangkapan yang dilakaukan Satgas Antimafia Bola tersebut berkaitan dengan pengaturan pertandingan.

"Selama ini saya kenal dia sebagai rekan sesama wasit baik-baik saja. Kalau soal itu (suap) saya juga kurang tahu. Hubungan sepak bola nasional saya juga kurang mengerti. Soal mafia bola atau bukan, itu hubungannya sama PSSI," ucapnya.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun galamedianews.com, Nurul Safarid ditangkap Satgas Antimafia Bola di rumahnya, kawasan Leuwidaun, Desa Kayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut pada Senin (7/1/2019) kemarin.

Sejumlah pegiat sepak bola di Kabupaten Garut pun mengaku tak menyangka, jika Nurul menjadi tersangka pengaturan pertandingan. Selama ini Nurul dikenal merupakan sosok yang tegas sebagai wasit. Bahkan ia pun menjadi sosok yang diidolakan para pemain muda.

"Kepemimpinanya tegas. Setiap memimpin pertandingan selalu tanpa kompromi. Kalau bertanding, pemain di level junior pasti ingin dipimpin sama pak Nurul," ujar Hakim (22) salah seorang mantan pemain Persigar Junior.

Menurut Hakim, dalam kasus ini Nurul hanya menjadi korban dari mafia bola. Ia menilai, seharusnya pihak kepolisian mencari dalang utama dari kasus pengaturan pertandingan itu.

"Pada dasarnya Pak Nurul itu hanya wasit yang dibayar oleh penyelenggara. Pasti dilema, di satu sisi kalau engga nurut ke mafia bisa mengancam karirnya. Tapi kalau nurut ya jatuhnya kayak sekarang ini," katanya.

Agus Kurnia, mantan pelatih Persigar Garut musim 2012-2015, juga membenarkan terkait penangkapan Nurul. Menurut Agus, mulanya Nurul hanya memimpin pertandingan di wilayah Garut dan Priangan Timur. Namun akhirnya ia memiliki kesempatan menjadi wasit di Liga 3.

Agus menyebut, Nurul mulai memimpin laga di Liga 3 sejak 2017 lalu. Selama menjadi wasit, dirinya tak pernah mendengar Nurul mempunyai masalah. Selama ini, Nurul juga dikenal sebagai sosok wasit yang baik dan tegas.

"Ya, saya kaget juga waktu dapat info (ada penangkapan). Saya tanya Nurul mana, ternyata memang yang itu (Nurul Safarid)," ujarnya.

Hargai proses hukum

Sementara itu Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Garut, Amirrudin Latief, meminta semua pihak menghargai proses hukum yang tengah diselidiki Satgas Antimafia Bola. Pihaknya pun tak akan mengintervensi kasus yang menimpa wasit asal Garut tersebut.

"Tentunya semua pihak harus menghargai proses yang tengah dilakukan Satgas. Askab Garut sendiri mendukung semua upaya yang dilakukan pihak kepolisian," ucapnya.

Amir pun mengaku prihatin dengan kabar ditangkapnya Nurul yang diduga terlibat dalam pengaturan pertandingan tersebut. Ia menyebut, kasus yang menimpa wasit asal Garut tersebut menjadi pelajaran bagi Askab Garut untuk semakin berbenah.

"Ke depannya kami akan lebih ketat dalam melakukan pengawasan dan pembinaan kepada wasit. Terutama dalam rekrutmen wasit," katanya.

Nurul sendiri saat ini telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pengaturan pertandingan antara Persibara Banjarnegara melawan Persekabpas Pasuruan. Oknum wasit itu diduga menerima suap sebesar Rp 45 juta untuk memenangkan Persibara. (Agus Somantri)




-Nurul Safarid, wasit asal Garut yang dikabarkan ditangkap satgas Antimafia Bola karena fdiduga terlibat pengaturan pertandingan.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR