181012102456-terun.jpg

@footballinanews

Terungkap, Yuli Sumpil Memprovokasi Kiper Persebaya Dalam Kondisi Mabuk

Liga Indonesia

Jumat, 12 Oktober 2018 | 10:22 WIB

Wartawan: Brilliant Awal

KOMISI Disiplin PSSI telah menjatuhkan hukuman tidak boleh masuk stadion di seluruh Indonesia kepada dua Aremania. Salah satunya yaitu dedengkot Aremania, Yuli Sumpil.

Hal itu menyusul aksi provokasi hingga turun ke lapangan yang dilakukan pada laga Arema FC vs Persebaya.

Alfonsius Kelvan yang merupakan kiper Persebaya mengungkapkan bahwa ia sempat mencium bau minuman keras saat mulai diprovokasi oleh Yuli Sumpil dan rekannya, Fandy.

Berawal Alfon yang menyuruhnya untuk keluar saat mulai memprovokasi, tanpa diduga Yuli Sumpil dan Fendy bukannya menjauh. Kedua dedengkot Aremania ini malah kian mendekat dan beradu mulut dengan Alfon. Jarak fisik keduanya pun tidak dapat dihindari.

Indosporti menulis, menurut cerita Alfon, kekerasan fisik seperti pemukulan pada bagian tangan hingga kekerasan verbal seperti makian dan cacian pun keluar dari mulut Yuli. Dikira akan meredam, Yuli Sumpil dan Fandy malah kian meledak.

Jika minuman keras itu sampai di stadion dan Yuli Sumpil benar-benar dalam posisi yang sedang mabuk, Akmal Marhali yang merupakan koordinator Save Our Soccer mempertanyakan kesiapan para panitia penyelenggara serta pihak keamanan yang bertugas.

“Itu berarti para panitia penyelenggara (panpel), lalu pihak keamanan seperti penjaga pintu masuk dan polisi tidak memahami FIFA Safety and Security Stadium Regulation."

"Karena didalam itu ada semua larangan-larangan mengenai hal-hal yang tidak boleh dibawa pada saat pertandingan. Salah satunya adalah senjata tajam, minuman keras, flare, korek api itu tidak boleh,” jelas Akmal.

Jika Yuli benar-benar dalam pengaruh atau bahkan memang membawa alkohol, Akmal merasa itu merupakan salah satu tanggung jawab dari pihak penyelanggara juga. Panpel juga dinilai layak dihukum atas ketidaksanggupan mereka untuk menjaga pertandingan untuk selalu aman dan nyaman.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR