180611123452-disdagkoperind-cimahi-pantau-distribusi-kepokmas.jpg

Ginanjar Arief Pratama

PETUGAS Disdagkoperind Kota Cimahi melakukan inspeksi mendadak ketersediaan sembako dan parsel lebaran di salah satu super market modern di Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Senin (11/6/2018).

Disdagkoperind Cimahi Pantau Distribusi Kepokmas

Kabar Ramadan

Senin, 11 Juni 2018 | 12:29 WIB

Wartawan: Whisnu Pradana

BEBERAPA hari menjelang hari raya Idul Fitri, Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pasar modern dan pasar tradisional.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya melakukan pengecekan terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) semacam telur, daging ayam, daging sapi, dan lainnya.

Kepala Disdagkoperind Kota Cimahi, Adet Chandra Purnama, mengatakan sidak ini untuk memantau distribusi berbagai kebutuhan pokok di Kota Cimahi.

"Kita coba melihat distribusi kebutuhan pokok, itu yang paling penting. Dari situ baru memantau bagaimana harganya," kata Adet saat ditemui di Transmart, Jalan Amir Mahmud, Cimahi, Senin (11/6/2018).

Setelah dilakukan pengecekan, kata Adet, ketersediaan berbagai jenis komiditi kebutuhan pokok bagi masyarakat terbilang aman, termasuk di pasar modern dan pasar tradisional.

Jikalau memang ada kelangkaan pun, pihaknya akan langsung melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pihak Badan Urusan Logistik (Bulog).

"Secara keseluruhan gak ada kekosongan. Kalau ada kekosongan kita langsung koordinasi dengan Pemprov Jabar dan Bulog," tegasnya.

Meski ketersediaan aman, diakui Adet untuk harga kebutuhan pokok, seperti daging ayam dan daging sapi cenderung mengalami kenaikan.

Harga daging ayam beku misalnya, di lasar modern, dijual seharga Rp 33.000 perkilogram. Sedangkan daging ayam segar yang di pasar tradisional, dijual seharga Rp 44.000 perkilogram.

Kenaikan harga tersebut dinilai wajar terjadi jelang lebaran. Sebab, kata Adet, permintaan masyarakat akan kebutuhan pokok biasanya cenderung naik.

"Sebetulnya sesuai diprediksi, karena memabg kenaikan ini bisa dibilang siklus tahunan Sebentar lagi akan mahal, dan setelah permintaan menurun akan turun juga harganya," tandasnya.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR