180628161229-inila.JPG

webdisdikkab.bandung

Inilah Skema PPDB SMP di Kabupaten Bandung

Kabar Literasi

Kamis, 28 Juni 2018 | 16:11 WIB

Wartawan: Rahmat Sudarmaji

MEMBERIKAN keterampilan kesenian Sunda kepada para siswanya selain kemampuan akademik, menjadi salah satu hal yang ingin direalisasikan oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciranjang 1 yang berada di Kp. Kaca-Kaca, Desa Sugihmukti, Kec. Pasirjambu Kab. Bandung.

"Jika mempunyai keterampilan yang banyak selain akademik, maka siswa akan lebih berarti di masyarakat. Makanya tahun depan ingin membuat ekstrakurikuler kesenian sunda, seperti kacapi, pencak silat atau degung," ujar Kepala SDN Ciranjang 1, Laswati, Sabtu (9/6/2018).

Menurut Laswati, kesenian Sunda menjadi pilihan untuk dikembangkan karena sesuai dengan visi dan misi SDN Ciranjang 1, yakni mewujudkan sekolah yang mengembangkan budaya Sunda berlandaskan iman dan taqwa, serta memiliki prestsi akademik yang kompetitip.

Selain itu, di SDN tersebut mempunyai potensi kesenian yang besar, baik ketersediaan tenaga pendidik, minat siswa, maupun kultur daerah setempat. Alasan keinginan membentuk ekstrakurikuler berbasis budaya Sunda, lanjut dia, karena saat ini kondisi kesenian Sunda sudah jarang ditemui.

"Selain memberikan keterampilan, juga sebagai upaya melestarikan kesenian dan kebudayaan Sunda. Namun kami masih terbatas dari segi sarana dan prasarana pendukungnya," ungkapnya.

Laswati menyebutkan, untuk membentuk ekstrakurikuler kesenian Sunda dibutuhkan sarana dan prasarana pendukung, seperti alat-alat musik Sunda, baik itu gamelan, maupun alat musik lainnya.

"Kami hanya mempunyai satu kacapi, untuk gamelan belum punya, karena belum pernah mendapat bantuan alat musik," imbuhnya.

Salah satu keseriusan SDN Ciranjang 1 membentuk ekstrakurikuler berbasis budaya 4unda terlihat pada acara buka bersama, Jumat (8/6/2018) kemarin. Selain menggelar tausiyah oleh Ustadz Mumu yang merupakan guru gama di Kecamatan Pasirjambu, juga digelar pertunjukan kacapi suling oleh tenaga pendidik sekolah.

Hal tersebut untuk menunjukan kalau potensi pengembangan kesenian Sunda di SDN Ciranjang 1 sudah ada, tinggal didukung oleh sarana yang laik. "Siswa juga banyak yang minat. Kami memiliki 228 siswa yang terbagi dalam tujuh rombongan belajar. Untuk tenaga pendidik ada 10, terdiri dari empat PNS dan enam honorer," tutupnya.

Editor: Rahmat Sudarmaji



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR